Share

Tragedi Stadion Kanjuruhan, Aremania Turun ke Lapangan Ingin Menyalami Bukan Melukai

Avirista Midaada, Okezone · Senin 03 Oktober 2022 21:38 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 03 519 2680029 tragedi-stadion-kanjuruhan-aremania-turun-ke-lapangan-ingin-menyalami-bukan-melukai-09U14NZTyH.jpg Aremania menggelar konferensi pers (Foto : MPI)

MALANG - Aremania membantah aksi mereka turun ke lapangan Stadion Kanjuruhan Malang untuk menyerang pemain Arema Malang yang kalah dari Persebaya dengan skor 2-3.

Aremania Kota Batu Dadang Indarto mengatakan, rekan-rekannya turun ke lapangan hanya bermaksud untuk menyemangati pemain-pemainnya. Bahkan mereka sempat menepi kembali ke luar lapangan usai steward melakukan imbauan.

"Teman-teman turun hanya menyalami dan tidak melukai, kawan kita diamankan oleh steward, ketika naik kembali dikira gegeran (pertengkaran) dari tribun utara dan selatan, tapi itu tidak ada perlawanan sama sekali, tidak ada perlawanan," ucap Dadang saat memberikan keterangan terbuka bersama Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) di Kota Malang, Senin (3/10/2022).

Namun, ketika para Aremania turun memasuki lapangan, tiba-tiba aparat keamanan langsung membawa senjata berupa pentungan dan mengejar para suporter yang masuk. Ia pun menyayangkan hal itu, padahal petugas keamanan bisa melepaskan anjing pelacak untuk menghalau massa, tapi itu tidak dilakukan.

Justru ketika massa kian banyak yang masuk karena sudah emosional akibat tindakan aparat keamanan, semprotan gas air mata ditembakkan ke arah tribun penonton. Alhasil Aremania mencoba masuk lapangan untuk menyelamatkan diri karena beberapa pintu keluar dalam keadaan tertutup.

"Seharusnya cukup anjing-anjing dilepaskan bubar, lari ke lapangan untuk menyelamatkan. Lari ke tengah lapangan untuk menyelamatkan diri, tembakan kedua ke arah tribun, tembakan ketiga, kedua jaraknya dekat," tuturnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Hal serupa dirasakan Yoga Kumud Aremania Kampus UIN Malang yang menyebut, Aremania tidak menyerang pemain saat memasuki lapangan. Apalagi saat itu, pemain lawan Persebaya sudah ke luar lapangan.

"Hanya memeluk, menyemangati, tidak menyerang pemain. Apalagi ketika pertandingan berakhir Persebaya Surabaya langsung masuk (lorong ganti), pemain sudah tergeletak di lapangan menyesali kekalahan, tidak ada serangan. Sudah diamankan steward," tegas Yoga.

Menurutnya, saat itu ia berada di tribun dan ia tahu betul bagaimana tribun di dekat pintu 6, 7, sampai selatan disemprot gas air mata. Bahkan saat truk polisi mencoba melontarkan gas air mata, para Aremania berusaha untuk menyelamatkan diri menuju ruangan di dalam tribun VIP.

"Ditembakkan gas air mata ke tribun, sangat membuat penonton berdesakan ke pintu dan terjadi penumpukan," tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini