Share

Dampak Perang Dunia II dalam Berbagai Bidang

Nadilla Syabriya, Okezone · Selasa 04 Oktober 2022 16:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 04 18 2680321 dampak-perang-dunia-ii-dalam-berbagai-bidang-aVMwXeU1Bc.jpg Foto: Reuters.

JAKARTA - Berakhirnya Perang Dunia II pada 1945 menyebabkan perubahan besar tidak hanya di Eropa tetapi juga dunia secara keseluruhan. Hal ini juga menandai masa berakhirnya kolonialisme dan imperialisme yang telah menjadi andalan politik awal abad ke-20.

Perang ini melibatkan dua aliansi yang saling bertentangan, yaitu Sekutu dan Blok Poros. Oleh sebab itu, lebih dari 100 juta orang dikerahkan dan masuk pada pasukan militer.

Perang Dunia II ditandai oleh sejumlah peristiwa penting yang melibatkan kematian massal warga sipil, termasuk Holocaust dan pemakaian senjata nuklir dalam peperangan. Setidaknya, lebih dari 70 juta jiwa terenggut dalam perang ini, menjadikannya konflik paling mematikan sepanjang sejarah umat manusia.

Dari segi dampak, Perang Dunia II juga tak kalah besar. Baik itu dari bidang politik, ekonomi maupun sosial. Berikut ini merupakan dampak perang dunia II yang dilansir dari berbagai sumber: 

Bidang Ekonomi

Dampak ekonomi juga dirasakan oleh negara-negara yang terlibat perang maupun negara jajahan dan negara yang tidak terlibat perang. Hal ini disebabkan karena perang ini melibatkan kekuatan besar yang daerah jajahan tersebar di seluruh dunia. Berikut ini dampak Perang Dunia II dalam bidang ekonomi, meliputi :

Kondisi ekonomi dunia mengalami kekacauan, disebabkan oleh beberapa hal seperti hancurnya sarana prasarana penunjang ekonomi dan biaya untuk keperluan perang.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Pasca Perang Dunia II, berkembangnya sistem perekonomian liberal, komando dan campuran.

Banyak negara yang bangkrut akibat perang, kecuali Amerika Serikat. Negara ini muncul sebagai penanam modal dengan berbagai programnya, seperti Marshall Plan, Truman Doctrine, Colombo Plan dan Point Four Truman.

Perlombaan industri untuk menciptakan senjata baru dengan teknologi paling maju masih berlanjut, yakni antara Amerika Serikat (AS) dan Uni Soviet.

Bidang Sosial 

Dampak sosial Perang Dunia II terlihat pada perubahan di sisi PBB. PBB membentuk lembaga baru di bawah naungannya yang disebut dengan UNRA atau United Nations Relief Rehabilitation Administration pada 9 November 1943.

UNRA sendiri memiliki beberapa tujuan, termasuk menjamin pemenuhan kebutuhan makan orang terlantar, mendirikan rumah sakit di daerah konflik atau daerah terdampak konflik, mengurus pengungsi dan mempertemukannya dengan keluarga, serta memperbaiki fasilitas terdampak perang.

Bidang Politik 

Perang Dunia II juga berdampak pada bidang politik. AS yang keluar sebagai pemenang, selanjutnya menjadi negara adikuasa. Uni Soviet juga berubah menjadi kekuatan raksasa super power, yang jadi pesaing AS.

Perebutan hegemoni keduanya kemudian berkembang menjadi Perang Dingin. Ini memicu munculnya politik aliansi yang berdasarkan kepada Collective Security, sehingga timbul organisasi pakta pertahanan seperti NATO, PAKTA WARSAWA, SEATO, dan METO.

Perang Dingin juga mengakibatkan beberapa negara terpecah, seperti Korea Utara dan Korea Selatan, Vietnam Utara dan Vietnam Selatan, serta Jerman Timur dan Jerman Barat.

Pasca-Perang Dunia II, perjuangan bangsa Asia-Afrika untuk memperoleh kemerdekaan juga semakin tinggi. Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) juga lahir menggantikan Liga Bangsa-bangsa (LBB), yang dianggap gagal.

Selain itu, munculnya paham baru bernama Zionisme yang dipelopori oleh orang-orang Yahudi dan paham komunis, ideologi ini juga berkembang sampai ke Indonesia pada awal kemerdekaan.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini