Share

Rusia 'Caplok' Wilayah Ukraina, Inggris Sambut Baik Sikap RI yang Miliki Pandangan Sama

Susi Susanti, Okezone · Selasa 04 Oktober 2022 14:46 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 04 18 2680405 rusia-caplok-wilayah-ukraina-inggris-sambut-baik-sikap-ri-yang-miliki-pandangan-sama-HNWWuoXV9x.jpg Rusia berencana mencaplok wilayah Ukraina (Foto: The New York Times)

JAKARTA - Inggris menyambut baik pernyataan Indonesia tentang referendum palsu Rusia dan pencaplokan ilegal wilayah kedaulatan Ukraina. Inggris memiliki pandangan yang sama dengan Indonesia bahwa semua negara harus menghormati kedaulatan dan integritas wilayah negara lain, dan bahwa referendum ini merupakan pelanggaran terhadap prinsip-prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan hukum internasional.

Prinsip-prinsip tersebut sangat penting untuk perdamaian dan keamanan global. Inggris menilai upaya Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menggambar ulang perbatasan internasional dengan paksa merusak aturan hukum yang menguntungkan semua negara.

Baca juga: Korut Dukung Rusia 'Caplok' Wilayah Ukraina, Kecam Standar Ganda AS

Klaim Putin untuk memasukkan wilayah Donetsk, Luhansk, Kherson dan Zaporizhzhya ke dalam wilayah Federasi Rusia merupakan titik terendah baru dalam pelanggaran terang-terangan Rusia terhadap hukum internasional. Dengan tindakan ini, Rusia kembali melanggar kedaulatan Ukraina, integritas teritorialnya, Piagam PBB, dan prinsip-prinsip dan komitmen yang disepakati bersama dari Undang-Undang Akhir Helsinki dan Piagam Paris.

Baca juga: AS: Rusia Berencana Caplok Lebih Banyak Wilayah Ukraina

“Saya menyambut baik pernyataan Indonesia bahwa referendum palsu ini adalah pelanggaran terhadap Piagam PBB dan hukum internasional. Seperti yang dikatakan Menteri Luar Negeri James Cleverly, “Inggris tidak akan pernah mengakui aneksasi yang diklaim ini, atau “referenda” palsu yang dilakukan dengan todongan senjata. Kami terus berdiri bersama rakyat Ukraina, dan dukungan kami akan terus berlanjut selama diperlukan untuk memulihkan kedaulatan mereka,” terang Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins, melalui rilis resmi Kedutaan Besar (Kedubes) Inggris untuk Indonesia.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

“Putin kalah dalam perang ini dan langkahnya untuk merebut wilayah Ukraina melalui referendum palsu adalah pelanggaran serius terhadap Piagam PBB, membuat perdamaian semakin sulit untuk dicapai. Ini adalah eskalasi besar, dan dengan mitra kami, Inggris meningkatkan sanksi dan tindakan untuk memastikan bahwa Rusia mengakhiri perangnya di Ukraina dan kerusakan yang ditimbulkannya terhadap orang-orang di seluruh dunia,” ungkapnya.

Sebagai tanggapan, Inggris bersama mitra internasional telah menerapkan serangkaian sanksi lebih lanjut yang menargetkan sektor-sektor utama ekonomi Rusia.

Tidak ada keraguan bahwa tindakan agresi Rusia yang berkelanjutan akan memperpanjang dampak negatif yang telah dikenakan Rusia pada ekonomi global dan akan membahayakan prospek perdamaian.

“Vladimir Putin sekali lagi melanggar hukum internasional dengan ancamannya untuk mencaplok lebih banyak Ukraina. Kami tidak akan ragu untuk mengambil tindakan lebih lanjut, termasuk menjatuhkan lebih banyak sanksi untuk melumpuhkan mesin perang Putin. Kami akan memastikan dia kalah dalam perang ilegal ini,” ujar Perdana Menteri (PM) Inggris Liz Truss.

Inggris menegaskan tidak akan pernah menerima wilayah Donetsk, Luhansk, Kherson dan Zaporizhzhya sebagai apa pun selain Wilayah Ukraina.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres mengajak semua pihak bekerja sama untuk mengakhiri perang yang terjadi di Ukraina.

“Sekarang lebih dari sebelumnya, kita harus bekerja sama untuk mengakhiri perang yang menghancurkan dan tidak masuk akal ini dan menegakkan Piagam PBB dan hukum internasional,” terangnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini