Share

Pemuda Bunuh Pacar saat Berhubungan Intim, Emosi Ditanya Bagaimana Jika Hamil

Didik Dono, iNews · Selasa 04 Oktober 2022 11:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 04 512 2680223 pemuda-bunuh-pacar-saat-berhubungan-intim-emosi-ditanya-bagaimana-jika-hamil-dDv7LZpgq1.jpg Pelaku pembunuhan gadis di Temanggung. (Foto: Didik Dono)

TEMANGGUNG - Pelaku pembunuhan gadis yang mayatnya dikubur di rumah kosong, mengaku membunuh korban karena emosi. Pelaku mencekik korban hingga tewas lalu jasadnya dikubur di rumah kosong dengan kondisi setengah bugil dan posisi tengkurap.

Pelaku adalah R (17) warga Dusun Bakal, Desa Campurejo, Kecamatan Tretep, Temanggung, Jawa Tengah. Sementara korban S (16) merupakan warga Dusun Tegalparakan, Desa Gemawang, Kecamatan Gemawang, Temanggung.

Pelaku merupakan pacar korban dan telah menjalin hubungan selama tiga bulan. Sebelum pembunuhan pelaku dan korban minum-minuman keras kemudian bersetubuh di rumah pelaku.

Kapolres Temanggung AKBP Agus Priyadi mengatakan, korban dijemput di rumahnya oleh pelaku pada tanggal 20 September 2022. Korban diajak ke rumah pelaku yang saat itu dalam kondisi sepi.

Baca juga: 5 Fakta Mayat Istri Siri Dilipat Dimasukkan ke Dalam Tas, Pelaku Ngaku Tidak Bunuh Korban

“Keduanya lalu minum tuak dan dalam kondisi mabuk melakukan hubungan intim. Karena terus bertanya bagaimana jika hamil, pelaku yang ternyata mempunyai pacar lain emosi dan mencekik korban,” ucap Agus, Selasa (4/10/2022).

Setelah korban tewas, pelaku kemudian mengubur korban di rumah kosong milik kakeknya yang tak jauh dari rumah pelaku. Saat dikubur, tangan korban diikat dan leher dijerat menggunakan hijab milik korban. Korban dikubur setengah bugil, hanya memakai baju dan dibungkus dengan korden.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Pelaku kemudian mengambil telepon selular korban dan menjualnya. Sementara barang-barang lain milik korban masih utuh dan ikut dikubur.

Kini pelaku mendekam di sel tahanan Polres Temanggung dan akan dijerat pasal berlapis yakni Pasal 76c Juncto Pasal 80 Ayat 3 UU Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan Pasal 338 KUHPserta Pasal 332 KUHP dengan ancaman masing masing 15 dan 7 Tajun Penjara.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini