Share

Kompolnas Sebut Polisi Sempat Ngotot Ajukan Kick-Off Arema FC vs Persebaya Sore Hari Tapi Ditolak

Avirista Midaada, Okezone · Selasa 04 Oktober 2022 14:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 04 519 2680361 kompolnas-sebut-polisi-sempat-ngotot-ajukan-kick-off-arema-fc-vs-persebaya-sore-hari-tapi-ditolak-rClFxDzXii.jpg Polisi menembakkan gas air mata ke arah suporter. (Foto: Antara)

MALANG - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyebut Polres Malang sebenarnya sudah mengajukan jam kick-off Arema FC vs Persebaya Surabaya pada sore hari. Namun jam kick-off sore itu ditolak oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi Liga 1.

"Dapat konfirmasi kepastian dari polres sudah mengantisipasi jauh-jauh hari sudah ngotot main sore hari," ucap Komisioner Kompolnas Albertus Wahyurudhanto, kepada wartawan pada Selasa siang (4/10/2022).

Wahyurudhanto menyebut, Polres Malang bahkan telah mengirimkan surat ke Panpel Pelaksana pertandingan dan PT Liga Indonesia Baru pada 13 September 2022 jauh - jauh hari sebelum pertandingan berlangsung. Tapi surat yang disampaikan itu ditolak oleh PT LIB.

"Sudah ada analisa dari Intel Polres pertandingan ini punya potensi yang diwaspadai, berkirim surat ke Panpel tembusan ke Kapolda dan LIB diajukan siang hari, karena (kata) intelijen akan beresiko. Surat ini tidak direspons, balasan 19 September oleh LIB bahwa minta tetap dilaksanakan sesuai jadwal dan dicetak tebal," tuturnya.

 Baca juga: Tragedi Malang, Ratusan Karangan Bunga Duka Cita Berderet di Area Stadion Kanjuruhan

Menurutnya, pertimbangan jadwal kick-off masih tetap karena telah terikat kontrak hak siar dan tetap dipastikan bermain pada Sabtu malam (1/10/2022) pukul 20.00 WIB.

"Pertimbangan bahwa sudah ada kontrak hak siar, ini menjadi pelajaran kita semua. Dan melihat secara objektif sudah ada langkah-langkah preventif," bebernya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Bahkan Kompolnas mencium indikasi pelanggaran adanya jumlah kapasitas penonton di Stadion Kanjuruhan Malang saat laga berlangsung. Mengingat dari pemaparan Bupati Malang kepadanya, stadion seharusnya hanya mampu menampung 30 ribu saja, tapi dari pihak Panpel mencetak lebih dari 40 ribu tiket. Hal inilah yang berefek pada petugas keamanan yang dikerahkan untuk mengamankan pertandingan.

"Anggota yang dikerahkan 2.000 orang, anggota Polres Malang hanya 600 orang, sehingga yang 1.400 bantuan dari Polres lain Brimob, TNI. Jadi tidak bisa polisi disalahkan, ada Panpel, Liga Indonesia dan budaya yang tidak semua buruk," pungkasnya. 

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini