Share

Presiden Zelensky: Negosiasi dengan Putin 'Mustahil' Usai Caplok 4 Wilayah Ukraina

Susi Susanti, Okezone · Rabu 05 Oktober 2022 11:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 05 18 2680970 presiden-zelensky-negosiasi-dengan-putin-mustahil-usai-caplok-4-wilayah-ukraina-AnBUckisWq.jpg Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (Foto: AP)

KYIV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menandatangani sebuah dekrit pada Selasa (4/10/2022) yang menyatakan bahwa negosiasi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin menjadi “mustahil” dilakukan, menyusul upaya Putin untuk mencaplok empat wilayah Ukraina.

Dikutip VOA, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan kepada wartawan bahwa Rusia akan menunggu hingga Zelenskyy berubah pikiran atau hingga presiden baru menjabat di Ukraina.

Sementara itu, Gedung Putih mengatakan bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden telah meyakinkan Zelensky melalui sambungan telepon bahwa “AS tidak akan pernah mengakui pencaplokan wilayah Ukraina yang diklaim oleh Rusia.”

Baca juga:  Rusia 'Caplok' Wilayah Ukraina, Inggris Sambut Baik Sikap RI yang Miliki Pandangan Sama

Biden juga mengatakan bahwa AS siap “membebankan harga yang mahal terhadap individu, entitas maupun negara” yang mendukung klaim pencaplokan Rusia.

Baca juga: Korut Dukung Rusia 'Caplok' Wilayah Ukraina, Kecam Standar Ganda AS

Selain itu, Biden juga memberitahu pemimpin Ukraina itu bahwa AS mengirimi pemerintah Kyiv bantuan senilai USD625 juta (sekitar Rp9,4 triliun) dalam bentuk persenjataan untuk membantunya menangkis invasi Rusia selama tujuh bulan terakhir. Hingga berita ini diturunkan, total bantuan persenjataan yang dikirimkan AS ke Ukraina sejak Biden menjabat pada Januari 2021 telah mencapai USD17,5 miliar (sekitar Rp265 triliun).

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Sebelumnya, pada Selasa (4/10/2022), majelis tinggi parlemen Rusia melakukan pemungutan suara yang hasilnya memilih untuk menjadikan keempat wilayah Ukraina yang dicaplok sebagai bagian dari Rusia, melanjutkan proses yang telah dikecam oleh Ukraina dan sekutu Baratnya. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres sebagai “eskalasi berhaya” yang “tidak memiliki nilai hukum.”

Majelis rendah parlemen Rusia telah lebih dulu memberikan persetujuannya setelah Rusia menggelar apa yang diklaimnya sebagai referendum di keempat wilayah Ukraina yang diduduki pasukan Rusia.

Sementara itu, Kyrylo Tymoshenko, Wakil Kepala Kantor Kepresidenan Ukraina, telah mengumumkan bahwa 1.534 permukiman di wilayah Donetsk, Luhansk, Mykolaiv, Kharkiv dan Kherson telah direbut kembali dari kendali Rusia.

Dalam video pengarahannya pada Selasa (4/10/2022), Tymoshenko juga mengatakan bahwa “unit investigasi dari Kepolisian Nasional Ukraina di wilayah Kharkiv mengambil langkah-langkah untuk mendaftarkan kejahatan perang,” dan bahwa proses pembangunan kembali infrastruktur di beberapa wilayah telah mulai dilakukan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini