Share

4 Tragedi Berdarah saat Pertandingan Sepak Bola

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Kamis 06 Oktober 2022 06:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 05 18 2681097 4-tragedi-berdarah-saat-pertandingan-sepak-bola-PNhDCh4UJB.jpg Peristiwa Hillsborough. (Ist)

TRAGEDI Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur menjadi catatan kelam bagi dunia olahraga Indonesia. Selain Indonesia, beberapa negara juga memiliki tragedi berdarah dalam sejarah olahraganya. Berikut beberapa negara yang pernah mengalami tragedi berdarah di olahraga:

1. Mesir - Tragedi di Stadion Port Said

Mesir menjadi salah satu negara yang pernah mengalami tragedi berdarah di bidang olahraga. Tragedi tersebut terjadi di Stadion Port Said, Mesir. Kerusuhan di Stadion Port Said berlangsung pada 1 Februari 2012, ketika dua klub Mesir, Al Masry dan Al-Ahly, bermain di Liga Mesir.

Dalam pertandingan tersebut, Al Ahly mengalahkan tim tuan rumah, Al Masry, dengan skor 3-1. Fans tuan rumah tidak menerima hasil kekalahan tersebut hingga akhirnya mereka menyerang para penggemar tamu dengan pisau, botol dan pedang. Tragedi Port Said itu mengakibatkan 79 orang tewas dan 1.000 luka-luka.

2. Inggris - Tragedi di Stadion Hillsborough

Pada 15 April 1989, dua tim sepak bola Inggris, Liverpool dan Nottingham Forest berlaga di Stadion Hillsborough, Sheffield, Yorkshire. Dalam pertandingan semifinal Piala FA itu, stadion dipenuhi oleh penonton hingga melebihi kapasitas yang ditentukan.

Lebih dari 53 ribu tiket habis terjual. Sebelum kick-off, pintu C dibuka yang justru membuat suporter dari luar merangsek ke dalam stadion, yang saat itu sudah sangat penuh. Suasana semakin ricuh dan banyak suporter yang sesak napas. Akibatnya, 96 orang meninggal dunia. Korban tewas merupakan suporter Liverpool.

3. Ghana - Tragedi di Stadion Accra Sports

Negara di Afrika Selatan, Ghana, juga memiliki tragedi berdarah dalam dunia sepak bola. Pada 9 Mei 2001 di Accra Sports Stadium, berlangsung pertandingan antara Hearts of Oak melawan Asante Kotoko. Laga dua klub paling sukses di Ghana ini menyedot banyak penonton. Namun, kekalahan 1-2 pada kubu Asante Kotoko memicu kekecewaan pendukungnya.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Suasana kacau karena suporter menarik bangku plastik di tribun lalu melemparnya ke lapangan. Menanggapi situasi, polisi menembakkan gas air mata. Akibatnya, sebanyak 70.000 penonton yang berada di tribun berdesakan mencari jalan keluar, menyebabkan banyak suporter terinjak-injak. Tragedi di Stadion Accra Sports ini menewaskan 126 orang.

4. Peru - Tragedi di Stadion Nasional

Peru tercatat sebagai negara yang mengalami tragedi paling tragis dalam sejarah sepak bola dunia. Kejadian bermula saat tuan rumah Peru bertemu Argentina di Stadion Nasional, Lima pada 24 Mei 1964, guna memperebutkan tempat di Olimpiade Tokyo. Pendukung kecewa karena gol tim Peru dianulir oleh wasit. Dua pendukung Peru lalu masuk lapangan, namun berhasil dihalau polisi.

Sayangnya, polisi memukuli seorang suporter dengan brutal. Para pendukung yang semakin emosi melihat kejadian tersebut langsung berhamburan masuk ke lapangan. Polisi menembakkan gas air mata. Situasi pun semakin kacau, baik di dalam maupun luar stadion. Berdasarkan data resmi yang dikeluarkan, jumlah korban tewas akibat tragedi ini 328 orang. Tapi angka ini diragukan, karena tidak termasuk jumlah korban tewas karena tembakan. (Diolah dari Berbagai Sumber/Litbang MPI/Alifia Gita Riani)

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini