Share

3 Skenario Putin Pakai Senjata Nuklir, Salah Satunya Ledakan Langsung

Nadilla Syabriya, Okezone · Rabu 05 Oktober 2022 18:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 05 18 2681365 3-skenario-putin-pakai-senjata-nuklir-salah-satunya-ledakan-langsung-QuqfeG5sjg.jpg Presiden Rusia Vladimir Putin (Foto: Sputnik via AP)

JAKARTA - Presiden Rusia Vladimir Putin sedang merencanakan untuk menggunakan senjata nuklir dalam menebar teror di tengah invasi Ukraina. Putin telah dua kali memperingatkan dan mengancam wilayah barat jika ikut campur tangan.

Beberapa ahli ragu Putin bakal benar-benar menggunakan senjata nuklir untuk kepentingannya terhadap Ukraina. Rusia kemungkinan hanya menguji nuklir untuk menggertak Barat agar tak macam-macam. Namun, pihak AS memiliki prediksi bahwa prospek senjata nuklir tersebut akan digunakan secara taktis.

“Tidak ada dari kita yang bisa menganggap hal ini enteng,” kata William Burns, Direktur CIA seperti dikutip dari Politico.

Baca juga: Pasukan Ukraina Targetkan Jalur Pasokan Rusia, Miliki Keberhasilan Dramatis

Selama Perang Dingin, senjata nuklir taktis memiliki hasil mulai dari puluhan atau ratusan ton TNT hingga ribuan ton. Senjata-senjata ini datang dalam berbagai bentuk, yaitu bom gravitasi, rudal bahkan ranjau. Kabarnya, senjata taktis terkecil di gudang senjata nuklir Rusia ini memiliki daya ledak sekitar sepertiga ukuran bom Hiroshima atau Nagasaki, atau setara dengan sekitar 5.000 ton TNT.

Baca juga: Melihat Kekuatan Nuklir Rusia, 6.400 Hulu Ledak Siap Ditembak dari Darat, Laut, dan Udara

Berikut adalah tiga skenario yang akan dipakai Rusia dalam menggunakan senjata nuklir seperti dilansir  Politico.

1. Skenario 1 - Uji Coba

Skenario yang paling tidak provokatif adalah dimulainya kembali uji coba nuklir di atas tanah. Misalnya mencoba dengan meledakkan hulu ledak nuklir hasil rendah di atas Novaya Zemlya, situs uji Soviet lama di Kutub Utara.

Uji coba semacam ini mungkin tak akan menyebabkan kerusakan parah, tapi dampak psikologinya sangat tinggi. Jika benar terjadi, ini bakal menjadi ledakan nuklir pertama dari negara besar sejak uji coba nuklir dilarang pada 1963. Hal Ini juga akan menjadi pengingat yang kuat bahwa Putin memiliki senjata nuklir taktis yang berlimpah dan siap untuk menggunakannya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

2. Skenario 2 - Uji Coba di Ukraina

Jika ingin lebih provokatif, Rusia bisa saja meledakkan senjata berdaya ledak tinggi di Ukraina. Strategi ini pernah dilakukan Amerika Serikat pada 1962 silam. Saat itu, AS meledakkan bom nuklir di Pasifik, sekitar 402 kilometer di atas Bumi. Tekanan gelombang elektromagnetik akibat uji coba bom itu menyebabkan lampu dan jaringan telepon di Hawaii terganggu.

Jika Rusia menggunakan uji coba serupa di atas Kyiv, ibu kota Ukraina itu kemungkinan bisa dilingkupi kegelapan. Kyiv juga bakal hening karena tak ada komputer, telepon genggam, dan alat elektronik lain yang berfungsi. Namun, skenario ini memicu dampak lebih luas. Efek ledakan itu bisa saja sampai ke negara-negara NATO di sekitar Ukraina. Selain itu, kerusakan akibat ledakan ini juga tak bisa diprediksi. Jaringan komunikasi Rusia juga bisa saja ikut kena dampak.

3. Skenario 3 - Ledakan Langsung di darat Ukraina

Skenario paling berbahaya dan termustahil adalah meledakkan nuklir langsung di daratan Ukraina. Putin bisa memerintahkan penembakan hulu ledak nuklir ke arah militer atau area-area dengan populasi rendah, setelah memberikan peringatan terlebih dulu.

Namun, skenario ini berisiko sangat tinggi. Jika senjata itu meledak di udara, dampaknya akan sangat luas. Tergantung pada daya ledak senjata, zat radioaktif dari nuklir itu bisa mencapai ke negara-negara NATO di sekitar Ukraina dan Rusia sendiri.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini