Share

Janjikan Dukungan untuk Israel, PM Inggris: Saya Seorang Zionis Besar

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 07 Oktober 2022 13:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 07 18 2682565 janjikan-dukungan-untuk-israel-pm-inggris-saya-seorang-zionis-besar-tHTCZqVk2f.jpg Perdana Menteri Inggris Liz Truss. (Foto: Reuters)

LONDON - Perdana Menteri (PM) Inggris Liz Truss menggambarkan dirinya sebagai "Zionis besar" dan "pendukung besar Israel" selama pertemuan dengan kelompok parlemen Partai Konservatif pro-Israel akhir pekan lalu.

Pada Minggu, (2/10/2022) Truss menjadi tamu kehormatan di acara Conservative Friends of Israel (CFI) selama konferensi tahunan Tory, sebutan untuk Partai Konservatif, di Birmingham, yang dia hadiri untuk pertama kalinya dalam kapasitas barunya sebagai PM Inggris. Menurut rekaman yang dipulikasikan di media sosial, Truss menyatakan komitmennya yang tak tergoyahkan untuk perjuangan Israel saat berbicara kepada orang banyak di sela-sela acara. 

“Seperti yang Anda ketahui, saya adalah seorang Zionis besar, saya adalah pendukung besar Israel, dan saya tahu bahwa kita dapat meningkatkan hubungan Inggris-Israel dari kekuatan ke kekuatan,” katanya kepada para hadirin yang bersorak-sorai, demikian diwartakan RT.

CFI sendiri berfokus pada bagian dari pidatonya, di mana dia merujuk pada “ancaman dari rezim otoriter yang tidak percaya pada kebebasan dan demokrasi,” di mana “dua negara demokrasi bebas, Inggris dan Israel, harus berdiri bahu-membahu. ”

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Posisi Truss di Israel sudah terkenal, dan dia mempromosikannya selama kampanyenya untuk menjadi pemimpin dan perdana menteri Konservatif yang baru. Di antara perubahan kebijakan yang dia janjikan untuk diterapkan di kantor adalah untuk meninjau relokasi kedutaan negaranya dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melakukan hal yang sama selama masa jabatannya di Gedung Putih.

PM Inggris membuat janji yang sama bulan lalu, selama pertemuan dengan timpalannya dari Israel Yair Lapid di sela-sela pertemuan Majelis Umum PBB di New York. Kelompok-kelompok pro-Palestina dan para pemimpin Palestina telah mengutuk gagasan itu.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini