Share

Jadi Tersangka, Ketua Panpel Arema FC : Saya Minta Ampun Ya Allah

Avirista Midaada, Okezone · Jum'at 07 Oktober 2022 18:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 07 519 2682857 jadi-tersangka-ketua-panpel-arema-fc-saya-minta-ampun-ya-allah-bHyWz0FC5J.jpg Ketua Panpel Arema FC Abdul Harris (Foto : MPI)

MALANG - Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC meminta pengelola persepakbolaan dan operator kompetisi meminta maaf usai kejadian Tragedi Kanjuruhan Malang. Hal ini disampaikan Abdul Harris, selaku Ketua Panpel Arema FC seusai ditetapkan tersangka oleh tim investigasi Mabes Polri.

"Saya minta ampun ya Allah, saya amat pedih, bukan masalah dunia, tapi masalah akhirat. Saya disanksi seumur hidup nggak masalah, nggak masalah, karena ini masa kemanusiaan, masih berkabung, masih sedih nggak apa-apa, itu tanggungjawab dari ketua Panpel," kata Abdul Harris di kantor Arema FC, Jumat siang (7/10/2022).

Dirinya pun berpesan agar tidak ada satu pihak pun yang berbahagia di atas penderitaan.

"Saya sangat respect ke otoritas pengelola operator pertandingan bola di Indonesia. Saya ingin mengetuk hati nurani sepakbola itu adalah jiwa sportivitas, jiwa sportivitas mengakui kalau salah minta maaf," ujarnya.

Ia mengaku sempat tiga kali mengajukan pengunduran diri, bahkan di tahun 2010 sempat diberikan sanksi oleh PSSI untuk tidak berkecimpung di persepakbolaan di Indonesia. Namun di tahun 2011 akhirnya ia naik banding dan bebas dari sanksi, pada akhirnya ia pun kembali dipercaya menjadi ketua Panpel Arema.

"Saya sudah minta 3 kali Mundur dari Panpel Arema karena mohon maaf beban ini terlalu berat bagi saya sebagai Panpel. Bukan hanya dari Aremania tapi semua beban yang dipikulkan ke saya," tuturnya.

Maka pria berkacamata ini menuntut agar pihak-pihak terkait yang memiliki kepentingan di persepakbolaan Indonesia tidak berlindung dibalik regulasi dan lepas tangan. Pasalnya secara pribadi dirinya siap bertanggungjawab dan telah mengakui kesalahan secara gentle atas konsekuensi jabatan.

"Jangan berlindung di balik regulasi. Bapak-bapak lepas cuci tangan secara moral saya tanggungjawab, sportif saya, saya sebagai ketua Panpel tidak bisa menyelamatkan tidak melindungi suporter," jelasnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sebelumnya diberitakan, kerusuhan pecah setelah laga Arema FC vs Persebaya Surabaya. Pertandingan sendiri dimenangkan tim tamu Persebaya dengan skor 2 - 3. Para suporter merangsak masuk ke lapangan dan menyerbu pemain. Banyak orang meninggal dunia karena tembakan gas air mata ke tribun, hingga membuat panik ribuan suporter dan terjadilah desak-desakan

Akibat kejadian hingga Jumat pagi pukul 06.00 WIB,ada 131 orang dikonfirmasi meninggal dunia dan 524 orang luka-luka. Para korban ini tersebar di 24 rumah sakit dan fasilitas kesehatan di Kota Malang dan Kabupaten Malang.

Para korban mayoritas berdesakan meninggalkan stadion karena semprotan gas air mata polisi ke arah tribun penonton. Akibat para penonton mengalami sesak napas dan terjadi penumpukan hingga insiden terinjak-injak di pintu keluar stadion.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini