Share

Pengunggah Video Tragedi Kanjuruhan yang Diperiksa Polisi Kini Didampingi LPSK

Avirista Midaada, Okezone · Sabtu 08 Oktober 2022 02:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 07 519 2682974 pengunggah-video-tragedi-kanjuruhan-yang-diperiksa-polisi-kini-didampingi-lpsk-N3Aot4k5bG.jpg Detik-detik Tragedi Kanjuruhan. (Foto: Avirista Midaada)

MALANG - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mendampingi remaja berinisial K usai mengunggah video detik-detik kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang. K mengunggah video melalui akun Tiktok @kelpinbotem, pada Sabtu (1/10/2022) malam.

Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu membenarkan K sempat dijemput oleh anggota polisi pada Senin (3/10/2022) sore di sebuah tempat. Ia dijemput oleh anggota kepolisian dan dibawa ke Polres Malang, Kepanjen.

“K dijemput anggota polisi dan dibawa ke sini (Polres Malang). Jadi diperiksa pada hari Senin 3 Oktober 2022 selama jam 16.00 WIB sampai jam 18.00 WIB. Tidak dilakukan penahanan, hari itu juga Kevin dipulangkan lagi," ucap Edwin dikonfirmasi awak media, pada Jumat malam (7/10/2022).

Edwin juga menegaskan jika penjemputan K dengan maksud menggali keterangan yang bersangkutan sebagai saksi. 

 

"K dijemput intel polisi, kemudian dibawa dan diperiksa, juga dilakukan BAP (Berita Acara Pemeriksaan) terkait Pasal 359 dan 360 pada Tragedi Kanjuruhan," papar Edwin.

Menanggapi apa yang dialami K, Edwin menyarankan kepolisian agar memperhatikan hukum acara ketika hendak menggali keterangan kepada saksi.

 Baca juga: LPSK: Siapa yang Perintahkan Tembak Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan?

"Hal inilah yang perlu jadi catatan bahwa proses hukum itu harus memperhatikan hukum acara. Serta memperhatikan hak asasi manusia, bahwa K ini punya hak diperlakukan sama di depan hukum, kalau diminta keterangan ya seharusnya ada surat panggilan,” pesan Edwin.

Di sisi lain, Edwin menjelaskan hingga saat ini ada 10 orang yang mengajukan perlindungan kepada LPSK. Edwin menyebut kesepuluh orang tersebut merupakan korban dan saksi. "Mereka semua berasal dari suporter (Aremania) yang menyaksikan dan ikut dalam Tragedi tersebut," tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, kerusuhan pecah setelah laga Arema FC vs Persebaya Surabaya. Pertandingan sendiri dimenangkan tim tamu Persebaya dengan skor 2 - 3. Para suporter merangsak masuk ke lapangan dan menyerbu pemain, dengan maksud untuk menyemangati dan permintaan foto.

Namun tembakan gas air mata ke tribun membuat panik ribuan suporter dan terjadilah desak-desakan. Akibat kejadian hingga Jumat pagi pukul 06.00 WIB, ada 131 orang dikonfirmasi meninggal dunia dan 524 orang luka-luka. Para korban ini tersebar di 24 rumah sakit dan fasilitas kesehatan di Kota Malang dan Kabupaten Malang.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Para korban mayoritas berdesakan meninggalkan stadion karena semprotan gas air mata polisi ke arah tribun penonton. Akibatnya para penonton mengalami sesak napas dan terjadi penumpukan hingga insiden terinjak-injak di pintu keluar stadion.

Pasca kejadian ini, tim investigasi bentukan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit menetapkan enam tersangka, yakni Direktur Utama (Dirut) PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku penanggungjawab kompetisi, Ketua Panpel Arema Abdul Harris, Sekuriti Officer Suko Sutrisno.

Sedangkan tiga tersangka lain yakni Kabag Ops Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto, Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidiq Achmadi, dan Komandan Kompi (Danki) 3 Brimob Polda Jawa Timur AKP Hasdarmawan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini