Share

Heboh Pimpinan Panti Asuhan Cabul di Kulon Progo, Perindo DIY: Kawal Tuntas!

Inin Nastain, Koran Sindo · Senin 10 Oktober 2022 13:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 10 510 2684060 heboh-pimpinan-panti-asuhan-cabul-di-kulon-progo-perindo-diy-kawal-tuntas-2LBjtjrIzN.jpg Tangkapan layar media sosial

KULON PROGO- Seorang bocah yang tinggal di Panti Asuhan di Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo, DIY menjadi korban kekerasan seks yang dilakukan oleh pimpinan panti berinisial MT, 46 tahun.

Polisi saat ini sudah menetapkan pelaku sebagai tersangka kekerasan seksual kepada anak di bawah umur.

(Baca juga: Polisi Tetapkan Pimpinan Ponpes Sebagai Tersangka Pencabulan di Jambi)

Aksi kekerasan seksual itu mengundang keprihatinan dari berbagai kalangan. Bahkan, Ketua DPW Perindo DIY Yuni Astuti kembali lantang bersuara mengutuk perbuatan MT.

"Saya mengutuk keras pelecehan seksual tersebut apalagi kasus itu pelakunya adalah pimpinan panti asuhan. Sosok yang seharusnya jadi pelindung bagi anak-anak di sana tapi malah menyalahgunakan tanggung jawab dan amanah," kata Yuni Astuti, Minggu (9/10/2022).

Sebagai bentuk kepedulian, Yuni menegaskan dirinya siap memberikan pendampingan, baik hukum maupun psikologis. Tidak hanya itu, secara hukum, dia juga menegaskan akan mengawal kasus itu sampai selesai.

"Saya siap ikut memberikan bantuan kepada korban dan keluarganya. Termasuk apabila ada korban lainnya yang belum berani melapor, saya siap ikut mendampingi. Jangan takut melapor apabila ada korban lainnya," kata Yuni yang juga pengurus Pemuda Pancasila DIY itu.

"Saya pastikan akan mengawal tuntas kasus pelecehan seksual tersebut. Saya harap pelaku mendapatkan hukuman yang maksimal," lanjut Yuni.

Yuni juga meminta pemerintah untuk melakukan pemantauan di semua panti asuhan. Dengan demikian, dia berharap, tidak ada lagi anak-anak di bawah umur, khususnya yang ada di bawah lembaga tertentu, menjadi korban pelecehan seksual.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Kami minta pemerintah untuk melakukan pendataan panti asuhan dan melakukan pemantauan di sana secara rutin agar tak ada kasus serupa dikemudian hari. Pemerintah juga harus serius melakukan pengecekan pada panti asuhan-panti asuhan lain," papar Yuni Astuti.

"Masalah pelecehan seksual di panti asuhan, sekolah atau pesantren ini kan terjadi karena minim pengawasan. Kemudian ada ketimpangan relasi kuasa antara pelaku dengan korbannya. Korban biasanya tidak berani melapor,”ujarnya.

“Bahkan di kasus ini, pelecehan seksual sudah berlangsung selama lebih kurang dua tahun. Makanya harus ada upaya melakukan pengecekan kondisi di lapangan oleh pihak berwenang," tutup Yuni Astuti.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini