Share

Masih Kenakan Baju Koko, Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Saluran Air

Erfan Erlin, iNews · Senin 10 Oktober 2022 17:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 10 510 2684283 masih-kenakan-baju-koko-mayat-tanpa-identitas-ditemukan-di-saluran-air-i6DVON89Ku.jpg Ilustrasi/ Foto: Okezone

SLEMAN - Warga Kalurahan Ambarketawang, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, pada Minggu (9/10/2022) malam geger. Sesosok mayat tanpa identitas ditemukan di saluran air. Mayat tersebut masih berpakaian lengkap.

Kapolsek Gamping, Kompol Muryanto ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Mayat tersebut diketahui berjenis kelamin laki-laki. Mayat ini diperkirakan berumur sekira 50-an tahun.

 BACA JUGA:Gempa Berkekuatan M4,5 Guncang Jayapura

"Tubuhnya ditemukan mengambang hanyut di aliran air dan tersangkut ranting. Tidak ditemukan identitas," ujar dia, Senin (10/10/2022)

Saat ditemukan, mayat tersebut masih mengenakan pakaian celana warna hitam dan baju koko warna merah maroon. Dari hasil pemeriksaan, korban diduga telah meninggal dunia lebih kurang tiga hari yang lalu, tidak ditemukan bekas luka penganiayaan.

 BACA JUGA: Tega! Pria Ini Cabuli Anak Tetangganya hingga Hamil 3 Bulan

Kapolsek menambahkan penemuan mayat bermula ketika dua orang warga sedang istirahat di atas jembatan aliran irigasi Ambarketawang, sekitar pukul 19.50 WIB. Tiba-tiba warga tersebut melihat ada sesosok mayat hanyut di saluran air dari utara mengarah ke selatan

"Saksi menyebut, saat itu aliran air cukup deras," kata dia.

Selanjutnya, kedua orang saksi yang penasaran tersebut langsung turun dan menyusuri aliran air ke arah selatan. Tak berselang lama keduanya sesosok mayat terapung yang tersangkut oleh ranting pohon.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Mereka kemudian melapor ke petugas keamanan yang ada di sekitar lokasi kejadian. Temuan itu selanjutnya dilaporkan kepada pihak Polsek Gamping. Petugas SPKT yang menerima laporan segera menindaklanjuti dengan berkoordinasi ke Polresta Sleman, PMI dan Puskemas wilayah setempat.

Mereka mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (olah TKP). Petugas mencatat keterangan saksi-saksi, kemudian petugas medis dari Puskemas memeriksa keadaan tubuh korban.

"Jenazah dibawa ke rumah sakit untuk mengetahui penyebab kematian," tambahnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini