Share

Beli BBM Subsidi Pakai Tangki Modifikasi, Dua Orang Ditangkap

Yohanes Demo, MNC Portal · Selasa 18 Oktober 2022 19:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 18 510 2689669 beli-bbm-subsidi-pakai-tangki-modifikasi-dua-orang-ditangkap-KDyWunO5Qm.jpg Illustrasi (foto: Okezone)

BANTUL - Satreskrim Polres Bantul berhasil menangkap dua orang terduga pelaku pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar. Dalam aksinya, pelaku menggunakan modus pembelian secara berulang di SPBU dengan memodifikasi tangki mobil menjadi lebih besar.

Kapolres Bantul, AKBP Ihsan mengatakan, kedua pelaku yakni ISK (35) dan ES (42) diamankan saat sedang menurunkan BBM di gudang penyimpanan di wilayah Pleret, Bantul pada tanggal 14 Oktober 2022.

"Penangkapan bermula ketika kami mendapatkan laporan dari warga yang curiga dengan kendaraan yang secara bolak-balik mengisi BBM di SPBU. Kemudian kita melakukan pengintaian dan mengikuti kendaraan tersebut. Ternyata saat diikuti mobil tersebut berhenti di salah satu rumah di wilayah Pleret. Disana kami mendapatkan 3 tempat penampungan berukuran 1000 liter, dua penampungan berisi penuh dan satu kosong," kata Ihsan saat jumpa pers di Mapolres Bantul, Selasa (18/10/2022).

 BACA JUGA:Viral Pengendara Mobil Tak Bayar Usai Isi BBM, Modusnya Titipkan Barang

Lanjut Kapolres, pihaknya juga mendapati dua unit kendaraan mobil jenis Mitsubishi Kuda Nopol AB 1899 LU dan Isuzu Panther Nopol B 1440 KYJ yang sudah dimodifikasi tangki bahan bakarnya menjadi lebih besar.

"Jadi mobilnya itu dimodifikasi tangkinya menjadi ukuran 500 liter. Berarti kalau dua mobil itu 1000 liter," bebernya.

Dari hasil pemeriksaan, mereka melakukan aksinya selang tiga hari sekali, dengan bantuan petugas SPBU tersebut. Dalam sekali berangkat mereka bisa mendapatkan 1000 liter BBM jenis solar.

 BACA JUGA:Manusia Silver Ramaikan Demo Buruh Tolak Kenaikan Harga BBM di Patung Kuda

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Dari pengakuan para terduga pelaku, keduanya sudah melakukan aksi ini dalam kurun waktu 2 bulan lebih. Mereka hanya membeli BBM jenis solar di satu SPBU yang juga berada di wilayah Pleret dengan harga Rp 6,800/liter dan mereka jual kembali dengan harga Rp 10 ribu sampai Rp 11 ribu.

"Kalau pelanggannya rata-rata adalah pelaku industri. Dalam satu bulan mereka bisa mendapatkan keuntungan kurang lebih Rp 30 juta," ujarnya.

Atas perbuatan itu, kedua terduga pelaku dikenakan Undang-undang Migas pasal 55 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2001 sebagaimana diubah dalam pasal 40 angka 9 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dengan ancaman 6 tahun penjara dan denda Rp 60 miliar.

Sementara itu, pihaknya juga masih terus melakukan penyelidikan untuk mencari adanya pelaku-pelaku lain yang secara langsung ikut terlibat atau ikut menikmati hasil dari penjualan BBM subsidi tersebut.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini