Share

Terus Bertambah, Satu Lagi Pasien Gagal Ginjal Akut di RSUP Sardjito Meninggal

Erfan Erlin, iNews · Rabu 19 Oktober 2022 15:46 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 19 510 2690347 terus-bertambah-satu-lagi-pasien-gagal-ginjal-akut-di-rsup-sardjito-meninggal-PCtFL9UupL.jpg Ilustrasi/ Foto: Freepik

YOGYAKARTA - Satu lagi pasien anak gagal ginjal yang dirawat di RSUP dr Sardjito meninggal dunia. Sehingga dari 13 pasien gagal ginjal akut, ada 6 yang meninggal dunia. Dari 13 kasus tersebut, 6 anak meninggal dunia, 3 anak dinyatakan sembuh, 4 anak masih menjalani rawat inap di mana 1 di Perawatan Intensif, 3 di perawatan biasa.

 BACA JUGA:Walhi Sebut Banjir Bandang di Bali Akibat Proyek Infrastruktur

Dokter spesialis anak dan pakar Metereologi anak RSUP Dr Sardjito, dr Kristiya Hermawan menuturkan dari 13 kasus tersebut, 6 anak berasal dari DIY dan 7 anak dari luar DIY di antaranya dari Jawa Tengah dan Jawa Timur bagian barat. Untuk 6 kasus yang berasal dari wilayah DIY tersebut, 2 anak memiliki riwayat berkaitan dengan Covid-19.

"Nah sisanya 4 anak berikutnya belum diketahui sebabnya," terang dia, Rabu (19/10/2022).

 BACA JUGA:Kasus Rudapaksa Anak di Polres Jakpus Mandek, RPA Perindo Datangi Kompolnas

Pasien yang meninggal tersebut di antaranya dari Wonogiri Jawa Timur; Temanggung, Jawa Tengah; Slawi, Jawa Tengah; Sleman, DIY Piyungan; serta Sedayu Bantul dan Ngawi, Jawa Timur. Dua pasien dari Purworejo, Jawa Tengah masih dalam proses cuci darah dan satunya masih dirawat.

Kemudian dari Magetan saat ini juga tengah menjalani cuci darah. Sedangkan pasien dari Wates, Kulonprogo, DIY dinyatakan sembuh dan Sleman DIY masih dirawat.

Yang sembuh ada 3 orang dan mereka sudah dipulangkan tanpa harus menjalani proses transfusi darah meskipun fungsi ginjal tidak berfungsi penuh seperti 100 persen sedia kala. Dan ada pasien yang sembuh namun masih dalam kondisi penurunan kesadaran.

"Sadar tetapi respon dan fungsinya masih belum normal. Ada 1 lagi yang masih dirawat di ICU," terang dia.

Pakar metrologi anak dan spesialis anak yang juga konsultan anak, dr Retno Palupi mengungkapkan tim dokter RSUP Dr Sardjito di bagian metrologi anak mencatat sejak Agustus 2022 ada peningkatan gagal ginjal akut (AKI). Mereka menemukan beberapa kasus yang memang tipenya tidak khas.

"Dulu memang ada rata-rata setahun 1-2 kasus namun tidak seprogresif ini," terang dia.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Untuk penyebabnya memang saat ini masih dalam penyelidikan sehingga tidak mudah mencari penyebabnya sehingga butuh waktu untuk mencari penyebabnya. Mereka sudah mengirim sampel ke Jakarta untuk diteliti penyebabnya.

Hanya saja, meskipun nanti AKI ini sudah tahu penyebabnya namun kematian tidak mudah diatasi untuk anak-anak. Karena mereka masih kecil dan membutuhkan recovery panjang. Beberapa anak sudah sembuh tetapi harus berhati-hati dengan merawat sepenuhnya untuk bisa menyelamatkan anak-anak.

"Kematian pada anak cukup sulit diatasi selama ini,"tambahnya.

Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP dr Sardjito, Banu Hermawan menambahkan menindaklanjuti kejadian tersebut, RSUP Dr Sardjito berkolaburasi dengan IDAI Wilayah DIY, Dinkes DIY dan Kemenkes untuk terus melakukan pelacakan lebih lanjut terhadap munculnya gagal ginjal akut ini.

"Sebagai rumah sakit tipe A pendidikan maka menghadapi kasus gagal ginjal ini, RSUP Dr Sardjito terus berkonsentrasi dengan memanfaatkan seluruh sumber daya untuk mengungkap causa utama / penyebab utama kasus ini,"terangnya.

Saat ini RSUP Dr Sardjito telah memiliki sarana prasarana untuk Haemodialisa anak maupun Peritoneal Dialisis. Serta memiliki dokter dokter sub spesialisis ginjal anak untuk menangani hal ini.

Berkaitan hal tersebut maka kami sampaikan bahwa RSUP Dr Sardjito sebagai rumah sakit rujukan juga telah melakukan pengelolaan terhadap pasien dengan gagal ginjal akut.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini