Share

Imbas Larangan Penjualan Obat Sirop, Omzet Apotek Turun 20 Persen

Galih Wisma, iNews · Selasa 25 Oktober 2022 09:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 25 510 2693870 imbas-larangan-penjualan-obat-sirop-omzet-apotek-turun-20-persen-Ivtc8pn2Id.jpg Foto: MPI.

SLEMAN - Kementerian kesehatan mengimbau seluruh apotek dan tenaga kesehatan untuk menghentikan sementara penjualan obat sirup menyusul melonjaknya jumlah kasus gangguan ginjal akut. Imbasnya, omzet sejumlah apotek di Sleman, Yogyakarta turun dan sejumlah masyarakat bingung lantaran tidak bisa membeli obat sirup yang biasa dikonsumsi anaknya saat sedang sakit.

Sejumlah apotek K24 di Sidoarum, Godean, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta sudah mengikuti anjuran dari dinas kesehatan untuk tidak menjual obat sirup kepada pembeli.

Dira, apoteker gerai tersebut mengaku telah menurunkan beberapa obat sirup yang ditetapkan oleh BPOM mengandung etilon glikol dan dietilon glikol di apoteknya, yaitu merk unibabi cough sirup dan termorex sirup.

Meskipun beberapa obat sirup tetap dipajang di etalase namun jika terdapat pelanggan yang akan membelinya apoteker akan merekomendasikan obat tablet yang aman untuk anak, atau menganjurkan ke dokter untuk mendapatkan resep yang lebih sesuai.

Larangan penjualan obat sirup ini ternyatan belum diketahui oleh semua orang tua.

Arianti, salah satu orang tua yang tidak mengetahui aturan ini mengaku kebingungan setelah dia tidak bisa membeli salah satu merk obat sirup yang telah menjadi langganan anaknya ketika sedang sakit. Dia pun terpaksa kembali ke rumah dan akan ke puskesmas untuk mendapatkan obat sesuai resep dari dokter.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Larangan penjualan sejumlah merk obat sirup juga membuat omzet beberapa apotek turun. Bahkan, salah satu apotek yang berada di Jalan Godean mengatakan omzetnya turun hingga 20 persen.

Kini apoteker dan para orang tua berharap agar pemerintah dapat segera merilis obat-obat yang boleh dikonsumsi maupun tidak sehingga masyarakat bisa mendapatkan obat yang diinginkan secara aman dan apotek pun bisa menjualnya seperti semula.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini