Share

Tiga Produknya Disebut Pemicu Gagal Ginjal Akut, Ini Penjelasan Unibebi

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Selasa 25 Oktober 2022 18:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 25 608 2694386 tiga-produknya-disebut-pemicu-gagal-ginjal-akut-ini-penjelasan-unibebi-jLsA1eq5aD.jpg Obat sirup/Foto: Web MD

MEDAN - PT Universal Pharmaceutical Industries memberikan penjelasan atas pernyataan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang menyebut tiga produk mereka sebagai bagian dari lima obat sirup yang tercemar etigen glikol (EG) di luar ambang batas aman. Di mana unsur EG ini disebut sebagai penyebab terjadinya sejumlah kasus gagal ginjal akut pada anak.

Direktur Utama PT Universal Pharmaceutical Industries, Boedjono Mulyadi melalui kuasa hukumnya Hermansyah Hutagalung, mengaku heran produk mereka saat ini disebut tercemar EG di luar ambang batas. Keheranan ini karena produk Unibebi ini sudah dikeluarkan sejak 20 tahun yang lalu.

 BACA JUGA:Gerebek Kampung Boncos, Polisi Temukan 100 Butir Peluru FN

"Unibebi ini sudah sejak tahun 70-an. Sudah dikonsumsi bangsa Indonesia sejak 20 tahun lalu. Sudah ribuan yang mengkonsumsi dan banyak yang disembuhkan. Baru lima tahun lalu berubah nama jadi Unibebi dan baru kali ini ada yang mengalami seperti kondisi (gagal ginjal akut) yang disampaikan," sebut Hermansyah didampingi Advokat Deddy Pakpahan dan Asrul Siagian saat konferensi pers di Medan, Selasa (25/10/2022).

Herman kemudian mengatakan sejak awal, produk obat ini dikeluarkan untuk membantu penyembuhan anak yang sakit. Dia memastikan tidak ada niat jahat dari produksi Unibebi ini, termasuk untuk membuat anak terkena penyakit yang lain.

 BACA JUGA:Tangis Pilu Ibu Brigadir Yosua Pecah: Dengan Mata Terbuka, Anak Saya Dicabut Nyawanya!

"Dalam proses pembuatan sirup ini, bukan kita yang memasukkan EG ini, tetapi sudah ada kandungannya," ucapnya.

Herman juga mengatakan selama beroperasi, obat-obatan yang diproduksi juga sudah melalui pengawasan BPOM. Dia juga memastikan produk-produk yang dikeluarkan mereka sudah sesuai SOP yang ditentukan oleh perusahaan.

"Kita pastikan perusahaan kita sudah sesuai SOP yang ditentukan. Karena mekanisme ketika obat ini akan dipasarkan, pasti akan diperiksa," tuturnya.

Terkait dugaan produk ini menjadi salah satu penyebab anak gagal ginjal, Herman mengatakan masih menunggu hasil investigasi dari BPOM mau pun atau dari tim yang mereka bentuk sendiri. Dia menyebut hasil dari investigasi dari tim yang mereka bentuk akan disampaikan secara terbuka nantinya.

"Kita harap segera ada kepastian hukum karena kondisi sekarang tentunya merupakan klien kita. Semua kegiatan produksi saat ini dihentikan dan semua produk yang beredar di pasaran sudah diperintahkan untuk ditarik," pungkasnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Kita mengalami kerugian yang besar. Meski begitu, kami akan menjadikan hal ini pelajaran untuk perbaikan di masa yang akan datang," tukasnya.

Seperti diberitakan, BPOM RI melakukan uji sampling pada 39 batch (bets) dari 26 sirup yang diduga mengandung cemaran etilen glikol dan dietilen glikol. Lima produk obat sirup ditemukan tercemar etilen glikol, yakni:

1.Termorex Sirup (obat demam), produksi PT Konimex dengan nomor izin edar DBL7813003537A1, kemasan dus, botol plastik @60 ml.

2. Flurin DMP Sirup (obat batuk dan flu), produksi PT Yarindo Farmatama dengan nomor izin edar DTL0332708637A1, kemasan dus, botol plastik @60 ml.

3. Unibebi Cough Sirup (obat batuk dan flu), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DTL7226303037A1, kemasan Dus, Botol Plastik @ 60 ml.

4. Unibebi Demam Sirup (obat demam), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DBL8726301237A1, kemasan Dus, Botol @ 60 ml.

5. Unibebi Demam Drops (obat demam), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DBL1926303336A1, kemasan Dus, Botol @ 15 ml.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini