Share

Pukul Wanita di SPBU, Oknum Anggota Dewan Dituntut 7 Bulan Penjara

Dede Febriansyah, MNC Portal · Selasa 25 Oktober 2022 22:59 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 25 610 2694487 pukul-wanita-di-spbu-oknum-anggota-dewan-dituntut-7-bulan-penjara-IxEpl2Y3cW.jpg Ilustrasi/ Foto: Okezone

PALEMBANG - Syukri Zen, oknum anggota DPRD Kota Palembang yang sempat viral beberapa waktu lalu gegara aksi pemukulan terhadap Juwita alias Tata di SPBU kawasan Jalan Demang Lebar Daun Palembang dituntut tujuh bulan penjara.

Tuntutan tersebut dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang, Ursula, di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Hakim Agus Aryanto di Pengadilan Negeri Palembang.

 BACA JUGA:Pelaku Pencuri HP di Bekasi Babak Belur Usai Aksinya Terpergok Warga

Ursula mengatakan, bahwa terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 ayat (1) KUHP.

"Menuntut, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama tujuh bulan, dikurangi selama terdakwa dalam tahanan, dengan perintah supaya terdakwa tetap ditahan," ujar Ursula di persidangan, Selasa (25/10/2022).

 BACA JUGA:Kajari Serang Paparkan Alasan Nikita Mirzani Ditahan

Sementara itu, dalam sidang sepekan sebelumnya dengan agenda dakwaan dan keterangan tiga orang saksi yakni korban, Nurmala Dewi selaku ibu korban dan Thomas Johanes disebutkan bahwa peristiwa pemukulan yang dilakukan oleh terdakwa Syukri Zen terjadi disaat mengantri pengisian BBM di SPBU.

"Saya dipukul oleh Syukri Zen saat antri di SPBU sekitar jam 7 malam. Terdakwa dari sebelah kanan menyalip mobil yang dikendarai ibu saya yang mulia," ujar saksi Tata.

Tata menjelaskan, setelah masalah tersebut berproses hukum, dirinya dan Syukri Zen sempat terjalin komunikasi soal kesepakan damai serta mencabut laporan.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

"Pada tanggal 10 September 2022, kami sudah melakukan perdamaian dan mencabut laporan. Syukri Zen memberikan kompensasi uang tunai Rp100 juta yang mulia," ungkapnya.

Sementara saksi Thomas Johannes menjelaskan, bahwa sebelum terjadinya pemukulan Syukri Zen sempat memberikan klakson untuk memotong jalur antrian di SPBU karena jalur tersebut memang untuk antrian pengisian Pertamax bukan antrian Pertalite.

Thomas mengatakan, pemukulan terjadi lantaran Tata membuat Syukri Zen kesal karena mengambil video dan memfoto mobilnya. "Diduga Pak Syukri emosi lantaran Juwita mengambil video dan memfoto mobilnya yang mulia," jelasnya.

Sedangkan terdakwa Syukri Zen dalam keterangannya, mengaku kesal atas perlakuan korban yang merekam video kendaraan mobilnya.

"Korban membuat saya kesal, sudah masuk mobil, keluar lagi memvideokan mobil saya. Atas kejadian tersebut, saya sangat menyesal yang mulia, saya sudah minta maaf kepada korban, peristiwa ini membuat saya terpukul dan benar kami sudah melakukan perdamaian," jelasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini