Share

Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang Takut Pergi ke Kampus Usai Dianiaya Senior

Dede Febriansyah, MNC Portal · Jum'at 28 Oktober 2022 10:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 28 610 2696150 mahasiswa-uin-raden-fatah-palembang-takut-pergi-ke-kampus-usai-dianiaya-senior-8R5k0mDyJ5.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

PALEMBANG - ALP, mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang yang menjadi korban penganiayaan oleh para seniornya saat Diksar UKMK Litbang beberapa waktu lalu hingga saat ini masih ketakutan untuk kuliah.

Ibunda ALP, Maimunah mengatakan, bahwa hingga kini anaknya tersebut masih merasa was-was untuk pergi ke kampus. Sehingga, ALP lebih memilih kuliah lewat daring, mengingat kondisinya masih trauma dengan kejadian yang ia alami beberapa waktu lalu.

"Sekarang dia masih kuliah online dan belum tahu kapan bisa offline karena dia masih ketakutan untuk pergi ke kampus," ujar Maimunah, Jumat (28/10/2022).

Menurut Ibunya, jangankan untuk pergi ke kampus agar bisa kuliah secara offline, untuk melihat kampus UIN Raden Fatah Palembang saja anaknya tersebut masih ketakutan.

"Ketika ditanya kapan mau kuliah offline, dia bilang kalau dia belum sanggup melihat kampus UIN Raden Fatah," jelasnya.

Dijelaskan Maimunah, anaknya tersebut hingga kini masih berupaya untuk memulihkan kondisi psikologis akibat perbuatan yang membuat anaknya malu dan nyawanya terancam.

Terkait janji dari pihak kampus, lanjut Maimunah, yang ingin memberikan pendampingan psikolog hingga kini tidak ada kejelasan. "Anak saya sekarang masih banyak melakukan aktivitas di rumah saja sambil memulihkan trauma," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Prodi (Kaprodi) Ilmu Perpustakaan UIN Raden Fatah Palembang, Yanto mengatakan, bahwa sebelumnya ALP telah membuat surat izin untuk tidak mengikuti perkuliahan secara langsung hingga masa pemulihan selesai.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Sebelumnya yang bersangkutan telah meminta izin kepada pihak dekan dan hingga saat ini tidak ada dosen yang mengeluhkan atas kuliah daring yang dipilih ALP," ujarnya.

Dijelaskan Yanto, izin tersebut tertuang dalam surat permohonan dispensasi yang ditandatangani oleh Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah Palembang yang dikeluarkan sejak tanggal 4 Oktober 2022 lalu.

"Di dalam surat tersebut dijelaskan bahwa ALP yang merupakan mahasiswa Prodi Ilmu Perpustakaan meminta agar pihak dekan dan prodi dapat memberikan dispensasi perkuliahan terhadap dirinya sampai masa pemulihan selesai," jelasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini