Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Zulhas Ungkap Kriteria Capres 2024 yang Digodok KIB

Avirista Midaada , Jurnalis-Sabtu, 29 Oktober 2022 |00:58 WIB
 Zulhas Ungkap Kriteria Capres 2024 yang Digodok KIB
Ketum PAN, Zulkifli Hasan (foto: MPI/Avirista)
A
A
A

KOTA MALANG - Ketua Umum (Ketum) Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan memberikan bocoran soal kandidat Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres), yang diusung Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

Menurut Zulkifli, saat ini KIB telah membicarakan kemungkinan mengusung satu nama pasangan Capres - Cawapres sesuai dengan kriteria. Namun Zulkifli menegaskan penentuan Capres - Cawapres itu juga disesuaikan dengan melihat arahan perubahan geopolitik, langkah menghadapi resesi dan dinamika ekonomi yang ada.

"Kita yang penting itu Indonesia mau dibawa kemana dulu ini. Ada perubahan geopolitik, menghadapi resesi, perlambatan ekonomi, kita mau kemana, kita bikin konsepnya, kita bikin gagasannya, habis itu baru nanti presidennya. Presidennya chapter terakhir," ucap Zulkifli Hasan seusai rapat koordinasi dengan pengurus PAN Malang raya, Jumat (28/10/2022) malam.

 BACA JUGA:Wapres Tegaskan Lagi untuk Tidak Menggunakan Politik Identitas Pada Pemilu 2024

Namun partainya tegas mempunyai visi bagaimana menuju Indonesia maju di 2045. Termasuk bagaimana membenahi sistem demokrasi, menyetarakan ekonomi, keadilan hukum, dan menyukseskan kedaulatan pangan nasional.

"Menghadapi geopolitik yang cepat berubah gimana, oleh Karena itu kami harus memilih, hidup ini memilih, ada yang jualannya cebong versus kampret kita kan tidak, kita ingin mempersatukan, karena kita ini saudara, keluarga. Oleh Karena itu PAN tujuannya itu tujuan pikiran dan konsep, itulah yang dipertengkarkan agar Indonesia menjadi negara maju," paparnya.

 BACA JUGA:Pemilu 2024, Kasad Tegaskan Prajurit TNI AD Harus Netral di Tengah Panasnya Situasi Politik

"Kita bertengkar boleh, tapi tengkar pikiran, kita sama-sama keluarga besar NKRI dan Pancasila, jangan tengkar agama, demokrasi harus menghasilkan keadilan, kesetaraan, hidup itu memilih yang waras, yang wajar itu berdebat agar Indonesia maju," pungkasnya.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement