Share

Polisi Tangkap Geng Pale Komplotan Spesialis Pencurian Pecah Kaca Mobil di Jateng

Eka Setiawan , MNC Portal · Jum'at 04 November 2022 15:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 04 512 2700946 polisi-tangkap-geng-pale-komplotan-spesialis-pencurian-pecah-kaca-mobil-di-jateng-mcd7h5v99B.jpg Pencuri modus pecah kaca mobil ditangkap. (Foto: Eka Setiawan)

SEMARANG – Aparat Subdirektorat Kejahatan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jateng bersama Satuan Reskrim Polres Temanggung menangkap komplotan pencuri modus pecah kaca mobil. Lima pelaku semuanya berasal dari Sumatera Selatan.

Korban peristiwa itu seorang pedagang tembakau bernama Sudiro (47), warga Desa Selopampang, Selopampang, Temanggung, Jateng. Uang yang dicuri sebanyak Rp203 juta. 

Insiden pencurian terjadi di depan konter HP Jl. Raya Bulu-Parakan, Senin 31 Oktober 2022. Ketika itu, sekira pukul 10.00 WIB korban baru saja mencairkan cek penjualan tembakau di Bank Mandiri Pandean Square Temanggung. Uang itu dimasukkan dalam tas punggung warna hijau pupus dan diletakkan di jok belakang mobil Honda Jazz putih AA 9214 VE yang dikendarainya seorang diri. 

Ketika itu korban berhenti di sebuah warung makan janjian dengan temannya. Lokasinya di sekira 4 km dari Pandean Square. Sekira 5 menit di dalam warung, penjaga konter HP memberitahu kalau ada orang tak dikenal memecah kaca mobil dan mengambil tas.

 Baca juga: Wanita Paruh Baya Ini Rugi Puluhan Juta Usai Hp dan Motor Dibawa Kabur Kenalan dari Sosial Media

Setelah dicek, kaca belakang kanan sudah pecah dan tas berisi uang sudah raib. Korban kemudian melapor ke Polsek Bulu Polres Temanggung. 

"Korbannya nasabah bank, ini terencana dengan baik," ungkap Direktur Reskrimum Polda Jateng Kombes Pol Djuhandani di Mapolda Jateng, Jumat (4/11/2022).

Pihaknya bersama Polres Temanggung kemudian melakukan berbagai penyelidikan hingga berhasil menangkap para pelaku. Total pelaku 6 orang dengan satu orang masih dalam pengejaran.

Masing-masing pelaku adalah Andi Gustiawan (35) warga Kecamatan Muara Beliti, Kab. Musi Rawas, Sumsel. Andi eksekutor pecah kaca mobil korban sekaligus mengambil tas berisi uang.

Selanjutnya Dodi Hermansyah (38), kelahiran Lubuk Linggau, Sumsel. Dodi yang juga punya alamat di Arcamanik Kota Bandung, Jabar, berperan sebagai joki sepeda motor Jupiter MX. Memboncengkan pelaku Andi Gustiawan ketika beraksi.

Pelaku ketiga Dodi Irawan (47) kelahiran Lubuk Linggau,. Dodi berperan masuk ke bank, berpura-pura jadi nasabah untuk mencari sasaran target kejahatan. Dodi juga punya alamat tinggal di Jl. Bima Kunthing 76, Blok D PJKA Demangan, Gondokusuman, DIY. 

Pelaku keempat Ari Satria (53) kelahiran Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Perannya menunggu di luar bank, setelah mendapat info target, dia akan menancapkan paku ke ban mobil calon korban.

Ketika mobil korban berhenti karena ban kempes, aksi pencurian dilakukan. Ari juga punya alamat tinggal di Perum. Galaksi Permai Bekasi Utara, Jabar dan Kel. Belanti, Kec. Tanjungraja. Kab. Ogan Ilir, Prov. Sumsel.

Pelaku kelima Sonny Velly (40) kelahiran Lubuk Linggau, Sumsel, berperan sebagai joki sepeda motor ikut membuntuti nasabah calon korban. Dia juga punya alamat tinggal di Rawa Buaya RT012/RW011, Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Prov. DKI.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti kejahatan itu. Masing-masing: 1 buah cincin mata paku, 3 jarum paku, sepatu, celana dan baju pelaku ketika beraksi.

Selain itu, 4 motor yang digunakan saat beraksi juga diamankan. Masing-masing; Jupiter MX D 4502 VBP, Mio D 2129 ZCQ, Satria FU AD 5117 GZ dan Sonic B 6185 VOZ. Polisi juga mengamankan uang tunai Rp40.160.000 sisa pencurian.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Kapolres Temanggung AKBP Agus Puryadi mengatakan empat di antara lima pelaku yang ditangkap ini residivis.

"Yang paling muda yang bukan residivis. Mereka ditangkap di tempat berbeda, dua hari setelah kejadian," tambahnya di Mapolda Jateng.

Agus menambahkan kelompok ini punya nama Geng Pale. Saat beraksi mereka berbagi tugas. 

"Tetapi masing-masing ini bisa ambil uang (mencuri), mau pecah kaca, buka jok motor. Kalau sudah jadi TO (target operasi) kelompok ini pasti kena," lanjut Agus.

Salah satu pelaku Ari Satria mengaku selain di Temanggung, mereka juga beraksi di Palur Karanganyar.

Para pelaku dijerat Pasal 363 KUHP ancaman penjara 7 tahun. Mereka semua ditahan guna proses penyidikan lebih lanjut.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini