Share

5 Fakta Polisi Dikeroyok saat Bubarkan Tawuran Pelajar, Sampai Babak Belur

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 05 November 2022 07:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 04 609 2701142 5-fakta-polisi-dikeroyok-saat-bubarkan-tawuran-pelajar-sampai-babak-belur-hW2QDzZDnA.jpeg Ilustrasi. (Foto: Dok Okezone.com)

PALOPO - Soerang polisi bernama Bripka Darvan dikeroyok lima pelajar SMA 6 Kota Palopo, Sulawesi Selatan. Pengeroyokan terjadi saat polisi membubarkan tawuran pada Selasa 1 November 2022.

Berikut sejumlah fakta pelajar keroyok polisi:

1. Pelaku Ditangkap

Kelima pelaku ditangkap Satreskrim Polres Palopo usai terlibat dalam kasus pengeroyokan anggota polisi.

Kanit Reskrim Polsek Wara Iptu A Akbar, mengatakan, pasca kejadian itu, Tim Unit Reskrim Polsek Wara langsung melakukan pengejaran dan menangkap para pelaku.

Usai diinterogasi, para pelaku diserahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak untuk dilakukan proses hukum.

2. Identitas Pelaku

Kelima pelaku yang diamankan masing-masing AWP (17), RSA (15), MI (15), AS (17) dan R (17). Berdasarkan bukti visum, korban akhirnya melaporkan kejadian itu ke SPKT Polsek Wara. Jika terbukti para pelaku akan disangkakan Pasal 170 dengan ancaman 7 tahun penjara.

 Baca juga: Pelaku Pengeroyokan Driver Ojol di Kembangan Ditangkap!

3. Kronologi

Kasus penganiayaan bermula saat anggota polisi yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas hendak membubarkan tawuran antar pelajar. Korban mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan hendak mengamankan motor terduga pelaku.

Namun, para pelaku tidak menerima jika motor mereka diamankan. Pelaku pun mengejar anggota polisi tersebut dan menganiaya korban.

Pelaku yang terus melayangkan bogem mentah secara bertubi-tubi membuat korban terjatuh ke ke dalam drainase.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

4. Korban Berusaha Tak Melawan

Kendati korban terdesak, namun Bripka Darvan tidak melakukan perlawanan mengingat para pelaku merupakan anak bawah umur. Korban hanya berupaya menghindar dari serangan para pelaku.

Aksi penganiayaan berakhir setelah korban berteriak dan mengaku jika dirinya merupakan anggota polisi yang tengah melakukan pengamanan.

5. Alami Luka

Selain alami luka lebam, korban juga menderita luka berdarah di bagian hidung.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini