Share

Butuh Biaya Berobat Jadi Alasan Tersangka Habisi Nyawa Kakek 70 Tahun

Dede Febriansyah, MNC Portal · Senin 07 November 2022 18:57 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 07 610 2702759 butuh-biaya-berobat-jadi-alasan-tersangka-habisi-nyawa-kakek-70-tahun-PcxoW74kBE.jpg Ilustrasi/ Foto: Okezone

OGAN ILIR - M Rizky Wahyudi bin Hendra (20), salah satu tersangka pembunuhan kakek Jamil (70) yang mayatnya ditemukan di area perkebunan PTPN Cinta Manis Desa Sentul, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, mengaku tega menghabisi nyawa korban lantaran terdesak butuh biaya untuk pengobatan.

Rizky mengatakan, bahwa saat ikut menghabisi nyawa kakek Jamil, dirinya sedang mengalami sakit kardiomegali atau pembesaran jantung, sehingga dirinya membutuhkan biaya besar untuk berobat.

 BACA JUGA:HUT ke-8 Partai Perindo, Waketum Perindo: Jadi Momentum Semakin Jauh ke Depan

"Waktu divonis dokter ada kelainan jantung, ada pembesaran jantung, saya pernah sekali berobat tapi tidak tuntas. Tidak ada biaya," ujar Rizky saat di Mapolres Ogan Ilir, Senin (7/11/2022).

Dalam kesehariannya, Rizky yang bekerja serabutan sebagai buruh dan tukang rumput hanya mendapat upah sebesar Rp35 ribu per hari, sehingga dirasa tidak cukup baginya untuk biaya berobat.

 BACA JUGA:Keluar Masuk Penjara Perjuangkan Kemerdekaan, KH Ahmad Sanusi Resmi Bergelar Pahlawan Nasional

"Pendapatan sehari-hari hanya Rp35 ribu pak, itupun hanya cukup untuk makan saja, tidak cukup untuk biaya berobat," jelasnya.

Sementara itu Kapolres Ogan Ilir, AKBP Andi Baso Rahman mengatakan, dalam melakukan aksi keji tersebut, tersangka Rizky melakukan penganiayaan dengan memukulkan kayu ke wajah kakek Jamil hingga berdarah.

"Otak pembunuhan adalah tersangka Agus (28) yang perannya mengawasi sekitar lokasi TKP. Sedangkan, tersangka RR (16) menusuk dan menjerat leher korban menggunakan tali," jelasnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Setelah menganiaya dan memastikan korban sudah tidak bernyawa, ketiga tersangka membawa kabur uang milik korban senilai hampir Rp7 juta.

"Ketiga tersangka dijerat Pasal 365 KUHP Ayat 4 tentang pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan luka berat hingga meninggal dunia. Ancaman hukumannya pidana penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun," jelasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini