Share

Telantarkan Istri dan Enam Anaknya, Perwira Polisi Dituntut 1,8 Tahun Penjara

Dede Febriansyah, MNC Portal · Selasa 08 November 2022 23:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 08 610 2703606 telantarkan-istri-dan-enam-anaknya-perwira-polisi-dituntut-1-8-tahun-penjara-uvzDzvJ6Rs.jpg Illustrasi (foto: Okezone)

PALEMBANG - Terjerat kasus penelantaran anak dan istri, Hartam Jalidin, seorang perwira polisi berpangkat Inspektur Satu (Iptu) dituntut hukuman penjara 1 tahun 8 bulan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang, Indah Kumala Dewi mengatakan, bahwa oknum perwira polisi tersebut terbukti melakukan tindak pidana menelantarkan orang dalam lingkup rumah tangga.

Indah menegaskan, terdakwa telah melanggar Pasal 49 huruf a Jo Pasal 9 ayat (1) UU RI Nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga.

"Menuntut kepada Majelis Hakim agar menghukum terdakwa Iptu Hartam Jalidin dengan pidana penjara selama 1 tahun 8 bulan, dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan," ujar Indah saat bacakan tuntutan di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Mangapul Manalu, Selasa (8/11/2022).

 BACA JUGA:Viral Polisi Ngamuk di Tol Bocimi saat Terima Uang Damai Tilang, Kapolres: Sudah Didemosikan!

JPU dalam pertimbangan juga memberatkan tuntutan pidana bahwa, perbuatan terdakwa Iptu Hartam Jalidin telah membuat trauma psikis terhadap istri sekaligus pelapor serta enam orang anaknya.

"Sementara hal yang meringankan yakni terdakwa bersikap sopan selama persidangan, terdakwa mengakui dan menyesali perbuatannya serta terdakwa belum pernah dihukum," jelasnya.

Usai mendengar tuntutan JPU, terdakwa melalui kuasa hukumnya akan mengajukan pledoi atau nota pembelaan.

 BACA JUGA:Layangkan Tendangan Kungfu, Oknum Polisi Ngamuk Hajar 2 Warga Gegara Saling Pandang

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Menanggapi tuntutan pidana tersebut, istri terdakwa sekaligus pelapor Depy Arianti mengaku cukup puas dengan tuntutan pidana yang menjerat suaminya tersebut.

Depy Arianti juga berharap, agar Majelis Hakim dapat menjatuhkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya.

"Selebihnya kami serahkan kepada Majelis Hakim, bila perlu terdakwa dapat dipecat dari kedinasan sebagai salah satu aparat penegak hukum," jelasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini