Share

60 Keluarga Korban Akan Serentak Lapor ke Bareskrim soal Tragedi Kanjuruhan

Avirista Midaada, Okezone · Rabu 09 November 2022 16:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 09 519 2704161 60-keluarga-korban-akan-serentak-lapor-ke-bareskrim-soal-tragedi-kanjuruhan-3CXTlT81Jy.JPG

MALANG - Tim hukum Aremania telah menerima 60 kuasa korban tragedi Kanjuruhan hingga 40 hari pasca kejadian. Dari 60 korban itu terbagi menjadi tiga kelompok yang nantinya akan diajukan laporan ke Bareskrim Mabes Polri.

Anjar Nawan Yusky, pendamping hukum Tim Gabungan Aremania (TGA) menyatakan, sejauh ini total sudah ada 60 korban yang mengajukan kuasa ke timnya untuk bersama-sama mengajukan laporan. Mereka yang laporan bertambah dari pekan sebelumnya berjumlah 47 orang dan tim hukum akan menunggu apakah akan ada tambahan korban lagi yang laporan.

"Perlu kita konsolidasikan lagi, semua orang-orang itu. Kita akan filter lagi, kita akan klasterkan paling nggak, supaya memudahkan kita bagi menjadi tiga kelompok atau tiga klaster," kata Anjar Nawan Yusky, saat dihubungi melalui sambungan telepon, pada Rabu siang (9/11/2022).

Tiga klaster pengelompokan ini mulai dari korban yang meninggal dunia, kedua berdasarkan peristiwanya yang mengalami luka - luka, dan ketiga para korban yang masih dikategorikan anak di bawah umur. Dimana sesuai undang-undang kategori anak berusia di bawah 18 tahun dan mayoritas mereka pelajar.

"Teknisnya nanti tidak semua dari 60 akan masing-masing lapor, jadi 60 nanti akan kita bagi lagi. Yang kategori meninggalnya berapa, luka berapa, anak-anak berapa. Itu nanti akan kita masukkan ke masing-masing kelompok laporannya," ungkap dia.

"Jadi gambarannya ada tiga itu laporannya, cuma korbannya nggak cuma satu, dua orang, misalnya korban meninggal ada sekian puluh, atau sekian ratus, korban luka ada sekian, korban anak ada sekian," tambahnya.

Nantinya laporan itu akan diajukan ke Bareskrim Mabes Polri, menunggu dinamika perkembangan yang ada. Mengingat sebelumnya sempat ada pelaporan yang ditolak di Polda Jawa Timur.

"Kalau ke Polda sempat ada pembicaraan seperti itu, tapi melihat dinamika yang ada kelihatannya kita Belum tentu juga ke Polda, ada opsi memang rencana mau ke Mabes Polri," tuturnya.

Rencananya laporan ini akan dilakukan seusai rangkaian kegiatan 40 hari pasca tragedi Kanjuruhan yang jatuh pada 10 November 2022 besok. Nanti setelah kegiatan 40 hari timnya akan bergerak sambil mengkonsolidasikan dengan Aremania dan para korban. "Tunggu itu dulu, setelah selesai akan kita follow up lagi," tukasnya.

Sebagai informasi, babak baru tragedi Kanjuruhan Malang muncul setelah Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur memutuskan mengembalikan berkas perkara dari penyidik Polda Jawa Timur. Kejati menilai berkas yang disampaikan belum lengkap dan dinyatakan P-18, sehingga harus dikembalikan atau P-19.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Proses autopsi pun telah dilakukan sebagaimana rekomendasi dari Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF). Autopsi dilakukan ke dua korban yakni Natasya Debi Ramadhani (16) dan Naila Debi Anggraini (14), yang merupakan kakak beradik, sepanjang Sabtu pekan lalu (5/11/2022). Keduanya warga RT 1 RW Demangjaya, Desa Krebet Senggrong, Kecamatan Bululawang, yang dimakamkan di TPU Dusun Patuk Baran, Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.

Sejauh ini ada 135 korban meninggal dunia, sedangkan 660 orang terkonfirmasi luka-luka dengan rincian 24 orang, luka sedang 50 orang, luka ringan 586 orang. Para korban mayoritas berdesakan meninggalkan stadion karena semprotan gas air mata polisi ke arah tribun penonton. Akibat para penonton mengalami sesak napas dan terjadi penumpukan hingga insiden terinjak-injak di pintu keluar stadion.

Pasca kejadian ini, tim investigasi bentukan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit menetapkan enam tersangka, yakni Direktur Utama (Dirut) PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku penanggungjawab kompetisi, Ketua Panpel Arema Abdul Harris, Sekuriti Officer Suko Sutrisno.

Sedangkan tiga tersangka lain yakni Kabag Ops Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto, Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidiq Achmadi, dan Komandan Kompi (Danki) 3 Brimob Polda Jawa Timur AKP Hasdarmawan. Keenam tersangka sendiri telah ditahan di Polda Jawa Timur setelah menjalani serangkaian pemeriksaan di Mapolda Jawa Timur.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini