Share

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Warga Mengaku Masih Trauma

Yayan Nugroho, iNews · Rabu 09 November 2022 21:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 09 519 2704383 gunung-semeru-kembali-erupsi-warga-mengaku-masih-trauma-cc2t4RieeB.png Gunung Semeru erupsi. (Foto: CCTV BPBD Lumajang)

LUMAJANG - Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur kembali meningkat, Rabu (9/11/2022) sore. Gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut dua kali memuntahkan awan panas guguran sejauh 4,5 kilometer, mengarah ke sisi tenggara Curah Kobokan.

Meski tidak mengakibatkan dampak yang signifikan, namun peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Semeru ini cukup membuat warga resah lantaran masih trauma erupsi besar yang terjadi akhir tahun lalu.

Berdasarkan rekaman CCTV BPBD Lumajang, tampak Gunung Semeru memuntahkan awan panas guguran sejauh 4,5 kilometer ke sisi tenggara atau mengarah ke Besuk Kobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang.

Aktivitas vulkanik terekam kamera CCTV yang berada di Bukit Padat Dusun Sumbersari, Pronojiwo. Dari data Pos Pengamatan Gunung Api Semeru, awan panas guguran terekam seismograf mulai pukul 15.50 WIB sampai 16.40 WIB dengan amplitudo maksimal 28 milimeter dan 30 milimeter.

Sementara itu, Miskati warga sekitar mengaku masih kerap mendengar suara gemuruh yang terjadi setiap malam hari.

Baca juga:ย Gunung Semeru Erupsi Lagi, Mengingat Kembali Ramalan Jayabaya soal Pulau Jawa Terbelah

โ€œMalam ada suara gemuruh, kalau hujan deras itu mesti ada (suara gemuruh),โ€ ucap Miskati.

Sementara itu, dari pantauan petugas pos pengamatan, aktivitas vulkanik Gunung Semeru memang mengalami peningkatan sejak beberapa hari terakhir. Hal ini ditandai dengan beberapa kali terekam gempa tremor harmonic yang berarti ada suplai magma ke bibir kawah gunung.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Hingga 9 november 2022, status Gunung Semeru masih bertahan di level 3 atau Siaga. Petugas merekomendasikan warga untuk tidak beraktivitas di sektor tenggara Curah Kobokan atau sejauh 13 kilometer dari puncak Gunung Semeru.

Masyarakat juga dilarang beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terjadi perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak gunung.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini