Share

Rumah Produksi Miras Oplosan Digerebek Polisi, Bahan Bakunya Menyeramkan

Era Neizma Wedya, MNC Portal · Jum'at 11 November 2022 22:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 11 610 2705842 rumah-produksi-miras-oplosan-digerebek-polisi-bahan-bakunya-menyeramkan-uY4bMsKRLS.jpg Illustrasi (foto: dok Okezone)

PALEMBANG - Ditreskrimsus Polda Sumsel menggerebek industri rumahan yang memproduksi miras oplosan di Kelurahan Talang Keramat, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin. Bahan bakunya dari air galon isi ulang, pewarna makanan, dan alkohol.

Direktur Ditreskrimsus Polda Sumsel, Kombes Barly Ramadhany, melalui Kasubdit I Tipid Indagsi, AKBP Hadi Syaefudin mengatakan, penggerebekan industri rumahan miras oplosan ini berawal dari penangkapan Suliyanto (35) saat akan mengedarkan miras oplosan buatannya di Pasar Tanjung Raja, Ogan Ilir.

"Petugas mendapati 30 dus berisi 1.440 miras oplosan merek Mansion House Whisky dan Vodka di dalam mobil Toyota Kijang LGX BG 1521 LO warna silver metalik yang dikendarainya," katanya, Jumat (11/11/2022).

 BACA JUGA:Pesta Miras Oplosan, 2 Orang Tewas dan 3 Dirawat di RS

Kata Hadi, selanjutnya dilakukan pengembangan, di mana diketahui miras tersebut diproduksi sendiri oleh Suliyanto di sebuah industri rumahan di kawasan Talang Keramat, Banyuasin.

"Petugas kemudian langsung bergerak ke lokasi yang dimaksud," katanya.

Di tempat itu, petugas mendapati sejumlah peralatan untuk memproduksi miras oplosan tersebut dan 1.872 botol miras oplosan merek Mansion House Whisky dan Vodka yang diduga tidak sesuai dengan mutu, tingkatan, komposisi, proses pengolahan sebagaimana dinyatakan dalam label.

 BACA JUGA:Miris, Pelajar Ini Dianiaya hingga Dicekoki Miras Oplosan

"Berdasarkan keterangan tersangka produksi miras oplosan itu sudah dijalaninya sekitar delapan bulan," katanya.

Sementara itu, Suliyanto, mengaku miras oplosan itu diproduksi menggunakan bahan baku air galon isi ulang, pewarna makanan, dan alkohol. Adapun botolnya, dibeli dari penjual di Jakarta.

Kemudian, miras oplosan yang sudah diproduksi diedarkan ke sejumlah daerah. Seperti; Palembang, Ogan Ilir, Muara Enim, Pagar Alam, dan kabupaten Musi Banyuasin.

"Rata-rata produksi sekiar 100 dus per bulan, dan selama delapan bulan sudah produksi 38.400 botol atau 800 dus. Keuntungan yang didapat sekitar Rp60 juta," pungkasnya.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

(wal)

1
1

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini