Share

Miris! Atap Gedung Sekolah Rusak, Siswa SDN 3 Bantul Belajar di Parkiran

Yohanes Demo, MNC Portal · Sabtu 12 November 2022 11:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 12 510 2706043 miris-atap-gedung-sekolah-rusak-siswa-sdn-3-bantul-belajar-di-parkiran-nT4q0SgqTf.jpg Siswa di Bantul belajar di parkiran (Foto: Yohanes Demo)

JAKARTA - Sebanyak 52 siswa kelas 1 di SDN 3 Bantul terpaksa mengikuti kegiatan belajar di area parkir sekolah. Sebab, atap gedung ruang kelas rusak karena termakan usia.

Menurut Kepala sekolah SDN 3 Bantul, Sumaryatun, kondisi belajar mengajar di area parkir sudah berlangsung sejak awal November 2022. Pihak sekolah harus memindahkan sebagian siswa belajar di area parkir untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kondisi kelas yang rusak itu memang dilihat dari luar kelihatan utuh, tetapi terutama (kerusakan) di bagian atap," ujarnya, Sabtu (12/11/2022).

BACA JUGA: Atap Sekolah Roboh hingga Menewaskan Siswa di Gunungkidul, 2 Pemborong Jadi Tersangka 

Ia menyebut ada dua ruangan kelas yang kondisinya rusak pada bagian atap. Kerusakan disebabkan bangunan yang sudah berusia hampir 26 tahun.

Lantaran khawatir akan roboh dan membahayakan anak didik, pihak sekolah memutuskan untuk sementara waktu kegiatan belajar mengajar dialihkan ke tempat lain.

BACA JUGA:Saat Prabowo Mengenang Perjuangan Soekarno Kirim Habibie Sekolah ke Luar Negeri 

Ia mengatakan, sebetulnya kerusakan itu sudah disadari sejak tahun 2019 lalu. Kemudian, hasil rekomendasi dari Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Bantul menyarankan untuk membuat ruangan darurat.

"Sebetulnya rusaknya itu sudah lama, bahkan dari kepala sekolah yang lama itu sudah kasih informasi. Kemudian, saya koordinasi ke dinas dan mereka juga ngomong untuk dikosongkan sementara waktu," ujarnya.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Pihaknya juga sudah mengajukan proposal rehabilitasi bangunan. Namun, hingga saat ini belum persetujuan terkait pengajuan proposal tersebut.

Untuk sementara, pihaknya memasang besi penyangga untuk mengantisipasi apabila atap bangunan roboh. "Buat antisipasi baru kita kasih tiang penyangga," katanya.

Sementara itu, salah seorang wali murid, Cindi Anisyamaya mengaku tidak keberatan jika anaknya harus belajar di ruangan darurat. Ia memahami bahaya yang bisa timbul apabila kegiatan belajar tetap dilaksanakan di gedung yang rusak.

"Ya sementara tidak apa-apa kalau renovasi belum selesai. Misalkan roboh kan bahaya juga untuk keselamatan anak-anak," ujarnya.

Melihat kondisi tersebut, ia berharap kepada pihak terkait agar sesegera mungkin untuk melakukan perbaikan sehingga anaknya dan siswa lainnya bisa kembali mengikuti kegiatan belajar di ruangan yang lebih nyaman.

"Ya harapannya sih semoga segera cepet diperbaiki supaya anak-anak enak belajarnya," ujarnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini