Share

Sandiaga Cerita Hubungan Indonesia dengan Jerman, Argentina, dan Afrika Selatan saat Sambut Pemimpin Negara Tersebut

Tim Okezone, Okezone · Selasa 15 November 2022 22:47 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 15 244 2708315 sandiaga-cerita-hubungan-indonesia-dengan-jerman-argentina-dan-afrika-selatan-saat-sambut-pemimpin-negara-tersebut-dfqU3OPjdQ.jpg Sandiaga Uno saat menyambut tamu negara peserta KTT G20/Foto: Istimewa

BALI - Setelah menyambut Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, sehari sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno turut menyambut kedatangan tiga pimpinan negara berturut-turut di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Kabupaten Badung, Bali pada Selasa (15/11/2022).

Pimpinan negara yang disambut Sandiaga itu adalah Kanselir Jerman Olaf Scholz, Presiden Argentina Alberto Fernandes dan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa. Sama seperti Biden, mereka datang untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali.

 BACA JUGA:Kerahkan 19 Pompa, Jasa Marga Sedot Genangan di Akses Exit Bitung Jalan Tol Jakarta-Tangerang

Pada kesempatan pertama, Sandiaga Uno bertemu dengan Kanselir Jerman Olaf Scholz yang datang bersama sejumlah delegasi dunia usaha dan juga beberapa pemimpin-pemimpin bisnis.

Dalam pertemuan tersebut, Olaf Scholz diungkapkannya sangat senang dapat menginjakkan kaki di Pulau Dewata.

 BACA JUGA:Angela Tanoesoedibjo Sebut Kuliner Nusantara Jadi Diplomasi Gastronomi dalam Spouse Program G20

Apalagi ketika dirinya menceritakan tentang Pantai Jerman yang akan menyelenggarakan Festival Pantai Jerman Kuta tanggal 18 November 2022.

"Beliau sedikit surprise (terkejut) karena tidak menyangka ada sebuah Jerman Beach di Bali. Tentunya ini adalah bagian daripada persahabatan lama antara sisi pariwisata Indonesia, khususnya Bali dengan negara Jerman," ungkap Sandiaga Uno.

"Tentunya ini kita harapkan terus meningkatkan kunjungan wisatawan Eropa, khususnya Jerman yang terkenal memiliki kualitas lama tinggal yang panjang serta memberikan dampak ekonomi yang luas kepada destinasi-destinasi yang ada di Bali," paparnya.

Usai menyambut kedatangan Olaf Scholz, Sandiaga Uno yang mewakili Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) menyambut kedatangan Presiden Argentina, Alberto Fernandes.

Kedatangan Alberto Fernandes untuk menghadiri KTT G20 ini katanya menjadi bukti eratnya persahabatan kedua antara Indonesia dengan Argentina.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Kedatangan Presiden Alberto Fernandes menjadi bukti eratnya persahabatan kedua negara," ungkap Sandiaga Uno.

"Saya menyampaikan selamat datang di Bali untuk mendapatkan KTT G20 yang bermanfaat untuk memperkuat hubungan baik antara Indonesia dan Argentina," ujarnya.

Hal senada turut disampaikan Sandiaga Uno ketika menyambut Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa.

Afrika Selatan diungkapkan Sandiaga Uno merupakan salah satu negara yang memiliki sejarah panjang dengan Indonesia sejak ratusan tahun lalu.

Hal itu dipaparkan Sandiaga Uno bermula dari kisah para pelaut Indonesia, khususnya Sulawesi Selatan yang berlayar dan berdagang hingga ke tanah Afrika.

Tak hanya membuka jalur perdagangan, kedatangan para saudagar asal Bugis itu diungkapkannya menciptakan peradaban di Afrika Selatan.

Satu di antaranya adalah batik yang menjadi komoditas dan dikembangkan warga Afrika Selatan hingga saat ini.

"Saat bertemu Bapak Presiden Afrika Selatan saya menyampaikan Indonesia berterima kasih kepada mendiang Presiden Nelson Mandela yang banyak menggunakan batik, dan batik ini mendunia, salah satunya karena jasa dari Presiden Nelson Mandela yang rutin menggunakan batik," ungkap Sandiaga Uno.

"Di Afrika Selatan sendiri, batik juga disebut sebagai batik, dan mereka juga memiliki motif-motif yang konon kabarnya walau motif-motifnya berasal dari Afrika Selatan, tapi diinspirasi oleh batik-batik yang ada di Indonesia," paparnya.

"Untuk itu, saya ucapkan terima kasih dan saya ucapkan selamat datang di Bali. Atas kedatangannya mudah-mudahan kita bisa mempererat hubungan, bukan hanya pariwisata tapi juga ekonomi kreatif antara kedua negara," tuturnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini