Share

Usut Tragedi Kanjuruhan, Polda Jatim Mintai Keterangan 12 Dokter RS Wava Husada

Avirista Midaada, Okezone · Selasa 15 November 2022 18:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 15 519 2708209 usut-tragedi-kanjuruhan-polda-jatim-mintai-keterangan-12-dokter-rs-wava-husada-DbESwCzAjD.jpg Polisi minta keterangan dokter RS Wava Husada (Foto: MPI)

MALANG - Sebanyak 12 dokter dari Rumah Sakit (RS) Wava Husada dimintai keterangan oleh penyidik Polda Jawa Timur terkait tragedi Kanjuruhan. Pemeriksaan dilakukan sepanjang hari Selasa (15/11/2022) di Mapolres Malang yang berada di Jalan Ahmad Yani, Kepanjen, Kabupaten Malang.

Dari 12 dokter yang dimintai keterangan untuk diperiksa dilakukan secara tertutup, salah satu dokter yakni dr. Muhammad Harun Rosyid yang menjabat sebagai staf direktur PT Abna Samanhudisautika Husada pemilik RS Wava Husada.

Bhakti Riza Hidayat kuasa hukum dr. Muhammad Harun Rosyid membenarkan kliennya telah memenuhi panggilan pemeriksaan dari penyidik Polda Jawa Timur. Selain kliennya ada sejumlah dokter lainnya yang juga dimintai keterangan secara bersamaan. "Kalau nggak salah ada 12 yang dimintai keterangan, tidak hanya dokter Harun saja," kata Bhakti Riza Hidayat, ditemui wartawan Selasa petang (15/11/2022).

Baca juga: Lengkapi Berkas, Korban Tragedi Kanjuruhan Kembali Datangi Polres Malang Besok

Pemeriksaan dilakukan dengan melayangkan 33 pertanyaan terkait tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dokter saat penanganan korban - korban tragedi Kanjuruhan, termasuk bagaimana kondisi korban-korban tragedi Kanjuruhan saat berada di RS Wava Husada. Namun ia menegaskan tak ada materi mengenai kandungan gas air mata di dalam tubuh para korban jiwa.

Baca juga: Keluarga 4 Korban Tragedi Kanjuruhan Melapor ke Polres Malang Terkait Dugaan Pembunuhan Berencana

"(Ditanyakan) 33 pertanyaan, materi global pandangan beliaunya soal dokter, cara penanganannya di rumah sakit seperti apa, terkait konstruksi soal berkas dari kepolisian yang dikembalikan oleh kejaksaan hanya itu saja," ucap Bhakti.

Menurutnya pemeriksaan dilakukan oleh tiga orang penyidik dari Polda Jawa Timur, dan khusus untuk kliennya pengambilan keterangan dari penyidik merupakan yang pertamanya. Hal ini tak lepas agar penyidik melengkapi berkas yang dikembalikan oleh jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Pertama kali, saya harap terakhir, nggak ada pemeriksaan lagi supaya nanti prosesnya cepat. Ini kan konstruksinya hanya untuk melengkapi P19 kemarin yang dari kejaksaan dikembalikan ke kepolisian," tuturnya.

Sebagai informasi, babak baru tragedi Kanjuruhan Malang muncul setelah Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur memutuskan mengembalikan berkas perkara dari penyidik Polda Jawa Timur. Kejati menilai berkas yang disampaikan belum lengkap dan dinyatakan P-18, sehingga harus dikembalikan atau P-19.

Proses autopsi pun telah dilakukan sebagaimana rekomendasi dari Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF). Autopsi dilakukan ke dua korban yakni Natasya Debi Ramadhani (16) dan Naila Debi Anggraini (14), yang merupakan kakak beradik, sepanjang Sabtu pekan lalu (5/11/2022). Keduanya warga RT 1 RW Demangjaya, Desa Krebet Senggrong, Kecamatan Bululawang, yang dimakamkan di TPU Dusun Patuk Baran, Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.

Sejauh ini ada 135 korban meninggal dunia, sedangkan 660 orang terkonfirmasi luka-luka dengan rincian 24 orang, luka sedang 50 orang, luka ringan 586 orang. Para korban mayoritas berdesakan meninggalkan stadion karena semprotan gas air mata polisi ke arah tribun penonton. Akibat para penonton mengalami sesak napas dan terjadi penumpukan hingga insiden terinjak-injak di pintu keluar stadion.

Pasca kejadian ini, tim investigasi bentukan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit menetapkan enam tersangka, yakni Direktur Utama (Dirut) PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku penanggungjawab kompetisi, Ketua Panpel Arema Abdul Harris, Sekuriti Officer Suko Sutrisno.

Sedangkan tiga tersangka lain yakni Kabag Ops Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto, Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidiq Achmadi, dan Komandan Kompi (Danki) 3 Brimob Polda Jawa Timur AKP Hasdarmawan. Keenam tersangka sendiri telah ditahan di Polda Jawa Timur setelah menjalani serangkaian pemeriksaan di Mapolda Jawa Timur.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini