Share

Polisi Bakal Panggil Paksa 10 Mahasiswa UIN Raden Fatah Terkait Kasus Penganiayaan

Dede Febriansyah, MNC Portal · Selasa 15 November 2022 10:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 15 610 2707676 polisi-bakal-panggil-paksa-10-mahasiswa-uin-raden-fatah-terkait-kasus-penganiayaan-x31iG50lbv.jpg Ilustrasi (Foto : Freepik)

PALEMBANG - Sebanyak sepuluh terduga pelaku penganiayaan mahasiswa di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang tidak memenuhi panggilan penyidik Polda Sumatra Selatan (Sumsel).

Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, Kombes Pol Muhammad Anwar mengatakan, bahwa pihaknya akan segera memanggil paksa para terduga pelaku.

"Saat ini kami masih melakukan penyelidikan. Kami akan melakukan pemanggilan paksa jika mereka kembali mangkir," ujar Anwar, Selasa (15/11/2022).

Dijelaskan Anwar, ke-10 terduga pelaku diduga melakukan penyiksaan dan pelecehan seksual terhadap korban ALP. Polisi mengaku sudah mengumpulkan barang bukti dalam kasus ini.

"Jika mereka kembali mangkir dari panggilan penyidik tentunya langkah yang akan kami lakukan yakni panggil paksa," jelas dia.

Menurutnya, sejauh ini proses hukum yang berlangsung sudah masuk tahap penyelidikan. Korban sudah diperiksa dan dimintai keterangan terkait kekerasan saat menjadi panitia pendidikan dasar (Diksar) di Bumi Perkemahan Gandus.

"Identitas masing-masing dan jumlah pelaku juga sudah kita kantongi," jelasnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Diketahui, penyidik Ditkrimum Polda Sumsel telah melakukan olah TKP penyiksaan terhadap mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang. Dalam olah TKP tersebut, polisi mendapatkan keterangan jika korban ALP (19) diminta meminum air kloset oleh para seniornya.

"Dari olah TKP bertambah kronologi baru yakni setelah disundut api rokok, korban juga dipaksa meminum air kloset yang diambil menggunakan kemasan minuman plastik," ujar Kuasa Hukum korban, Prengki Adiatmo.

Menurut Prengki, penyiksaan terhadap kliennya tersebut terjadi, Jumat 30 September 2022, selepas Sholat Jumat. Korban dipaksa meminum air kloset oleh para pelaku. Karena merasa terintimidasi, korban terpaksa menuruti permintaan seniornya.

"Klien kami saat itu di dalam tekanan dan diancam sehingga terpaksa meminum air tersebut," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini