Share

Kisah Pria yang Habiskan Puluhan Tahun di Penjara Sempit Milik Keluarga, Dulu Terkenal Sering Mengamuk

Erfan Erlin, iNews · Rabu 16 November 2022 14:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 16 510 2708711 kisah-pria-yang-habiskan-puluhan-tahun-di-penjara-sempit-milik-keluarga-dulu-terkenal-sering-mengamuk-qD7O2hz9Bc.JPG Gimin dipenjara oleh kerabatnya sendiri (Foto: MPI)

YOGYAKARTA - Gimin, lelaki berumur 68 tahun asal Dusun Gunungasem RT 020 RW Kalurahan Ngoro-oro Kapanewon Patuk Gunungkidul ini harus hidup di sebuah kamar berukuran 2 x 4 meter yang gelap dan lembab.

Rumah lelaki ini sebenarnya cukup besar berukuran 12 X10 meter, namun oleh warga dan kerabatnya, dia ditempatkan di kamar yang berukuran kecil tersebut. Pintunya kini terbuat dari jeruji besi baja sehingga dia tidak mungkin keluar.

Seluruh aktifitasnya dilakukan di dalam kamar kecil tersebut mulai dari makan, tidur ataupun buang air. lelaki ini hanya tidur beralaskan karpet plastik yang diletakkan di lantai.

Untuk makan sehari-hari, dia mendapat pasokan dari keponakannya yang bernama Giyanto. Keponakannya inilah yang selama ini mencukupi berbagai kebutuhan dari Mbah Gimin

Dukuh Gunungasem, Ika Wijayanto mengungkapkan, Mbah Gimin sudah berada di dalam 'tahanan' tersebut selama 8 tahun lebih. Warga bersama kerabat memutuskan agar Mbah Gimin dikurung di dalam kamar karena ketika berada di luar, dia sangat membahayakan.

"Pokoknya kalau di luar itu mengancam kami,"tutur Ika, Rabu (16/11/2022)

Ika mengatakan dulu Mbah Gimin memang pernah belajar di Pondok pesantren. Namun keluar dan pulang ke rumahnya di Dusun Gunungasem. Sejak keluar itulah, Mbah Gimin seolah mengalami kelainan jiwa.

Mbah Gimin sering bergumam sendiri dan bahkan sering merusak rumah warga. Mbah Gimin sering melempari rumah warga dengan batu yang ukurannya tidak kecil. Tak hanya itu, setiap mobil melintas juga tak luput dari lemparan batu Mbah Gimin.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Tak sampai di sini, Mbah Giminpun sering mengejar warga sembari membawa parang ataupun celurit. Oleh karenanya, warga merasa terancam terlebih Mbah Gimin berkeliarannya setiap malam hari.

"Warga di sini merasa terancam tho,"ujar dia.

Melalui rembuk warga dan juga kerabat akhirnya mereka memutuskan untuk mengisolasi Mbah Gimin di dalam kamar. Awalnya, pintu kamar tersebut terbuat dari kayu namun ternyata Mbah Gimin berhasil keluar dengan menjebolnya.

Kemudian warga memutuskan membuat jeruji besi agar tak dirusak. Namun ternyata Mbah Gimin juga berhasil keluar dengan membuat lobang di lantai kamar sehingga tembus ke luar rumah. Hingga akhirnya lantai kamar dibuat cor dari semen.

"Lha kuat Mbah Gimin itu. 8 tahun tak pernah sakit. Hanya dengan paku kecil, Mbah Gimin bisa membuat lobang di dalam tanah, padahal di sini bebatuan,"ujar dia.

Sewaktu dirinya masih kecil, tambah dia, Mbah Gimin pernah dibawa ke RS Ghrasia. Namun dua bulan setelah bebas dari masa rehabilitasi kelakuan Mbah Gimin kambuh lagi. Hingga akhirnya warga memutuskan untuk mengurungnya di dalam kamar.

Lurah Ngoro-oro, Sukasto mengakui jika ada warganya yang kini masih dalam pasungan sejak lama. Namun dia baru mengetahuinya beberapa bulan terakhir sehingga dia langsung berkoordinasi pemerintah Kabupaten dan Propinsi untuk menindaklanjutinya.

"Kami akan membawanya ke RS J Ghrasia di Sleman. Kemudian nanti kalau sudah sembuh atau stabil akan kami kirim ke pondok pesantren lagi yang memang spesialis menangani pasien gangguan jiwa,"terang dia.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini