Share

Rugikan Negara Rp3 Miliar Oknum Camat di OKU Ditahan Kejari

Widori Agustino, iNews · Rabu 16 November 2022 04:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 16 610 2708348 rugikan-negara-rp3-miliar-oknum-camat-di-oku-ditahan-kejari-RIyhvPEX9k.jpg Oknum camat yang rugikan negara miliaran rupiah/Foto: Widori

BATURAJA - Lagi, oknum pejabat di Pemerintahan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) tersandung Tindak Pidana Korupsi, kali ini salah satunya oknum camat ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ulu (Kejari OKU).

Tak hanya itu Kejari OKU juga menahan tiga orang tersangka dan satu orang lainnya masih dalam pencarian orang (DPO).

 BACA JUGA:Biden Tak Ikut Gala Dinner G20, Gedung Putih Pastikan Bukan karena Positif Covid-19

Dari lima orang tersangka yang sudah ditetapkan, dua diantaranya merupakan ASN yakni satu orang berstatus sebagai camat dan satu ASN di salah satu badan/ dinas. Kemudian satu orang merupakan tenaga ahli dan dua orang lainnya merupakan pihak ketiga.

Kepala kejaksaan Negeri OKU, Asnath Anita Idatua Hutagalung didampingi Kasi Pidsus Kejari OKU Johan Ciptadi Selasa (15/11/2022) mengungkapkan. Kelima tersangka tersebut yakni, RO Direktur CV Mitra Sepatu (DPO), Kemudian MAB (Camat), RI (ASN), HS dan AH.

 BACA JUGA:Ini Kata Polisi Penyebab Mobil Pajero Menabrak Pedagang Gorengan hingga Meninggal Dunia

Kelimanya diduga melakukan tindak pidana korupsi dengan modus pengadaan bibit buah unggul berlabel dan bersertifikat yang bersumber dari dana desa pada tahun 2019. Dimana bibit unggul tersebut dijual kepada 49 Desa di kabupaten OKU.

"Kelima orang yang sudah kita tetapkan sebagai tersangka ini memiliki peran masing-masing. Mulai dari yang menawarkan, menjual kemudian menagih atau mengambil uang kepada desa yang membeli bibit tersebut," ujar Asnath.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Dikatakan Kajari, bibit unggul yang yang dijual tersebut diduga menyalahi ketentuan alias palsu, dimana hasil pemeriksaan diduga bibit tersebut tidak berlabel dan bersertifikat sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan. Para pelaku juga membuat label dan sertifikat palsu sehingga bibit tersebut seolah-olah asli dan berlabel.

"Total kerugian negara yang diakibatkan perbuatan para tersangka mencapai Rp 3,68 Milyar. Dimana salah satu tersangka juga berperan sebagai pembuat label dan sertifikat palsu," jelas Kajari.

Keempat tersangka kini sudah dilakukan penahanan selama 21 hari Kedepan. Sementara satu orang tersangka masih buron dan akan segera diterbitkan Daftar pencarian Orang (DPO).

"Tersangka yang belum ditahan ini merupakan direktur CV Mitra Selayu dan sudah empat kali kita lakukan pemanggilan namun selalu mangkir. Kita akan berkoordinasi dengan Kajati dan Kejagung untuk penerbitan DPO nya," tegas Asnath.

Sementara itu, Kempat tersangka tak menanggapi pertanyaan wartawan saat digiring petugas kejaksaan kedalam mobil tahanan untuk dititipkan di Rutan Baturaja. Kempat tersangka memilih bungkam.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini