Share

Hitung Jejak Karbon Usai G20 di Bali, Sandiaga Uno: Untuk Wujudkan Pariwisata Ramah Lingkungan

Made Argawa, iNews · Kamis 17 November 2022 19:49 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 17 244 2709743 hitung-jejak-karbon-usai-g20-di-bali-sandiaga-uno-untuk-wujudkan-pariwisata-ramah-lingkungan-tF5Oqxwe2r.jpg Sandiaga Uno (Foto : Kemenparekraf)

BALI - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno akan melakukan penghitungan jejak karbon setelah perhelatan G-20 di Bali, Upaya ini dilakukan untuk mewujudkan pariwisata berkelanjutan yang ramah lingkungan.

Selain mewujudkan pariwisata yang berkualitas dan menumbuhkembangkan iklim ekonomi kreatif di Indonesia, Kemenparekraf akan berupaya melakukan penghitungan jejak karbon.

Sandiaga Uno mengatakan, pihaknya telah berkolaborasi dengan salah satu startup yakni jejakin.com yang merupakan penyedia aplikasi khusus untuk menghitung jejak karbon.

“Penghitungan carbon footprint atau jejak karbon ini bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan, nantinya startup jejak.in akan menghitung berapa emisi karbon dari G20,” ucap Sandiaga, Kamis (17/11/2022).

Baca juga: RI-Malaysia Bentuk Malaysia Indonesia Business Council (MIBC)

Selain itu, penghitungan juga untuk melihat apakah forum G20 ini berhasil meng-offset atau mengimbangi emisi karbon .

Nantinya, hasil penghitungan jejak karbon ini disampaikan pada ASEAB Travel Forum pada Februari 2023. “Ini adalah gold standard dari event berkelas dunia di mana sustainable tourism ini mengharuskan untuk memiliki konsep green MICE (meeting/ incentive/ convention/ and exhibition),” ujarnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sandiaga juga mengungkapkan pengembangan pariwisata berkelanjutan merupakan hal yang sangat penting bagi upaya membangkitkan sektor parekraf dan membuka lapangan kerja di Indonesia.

Ia juga sangat optimistis dan melihat ada sekitar tiga juta lapangan kerja yang bisa diciptakan melalui pariwisata berkelanjutan. Pasalnya, hal itu melingkupi sektor pertanian, industri perhotelan serta restoran dan kafe.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini