Share

2 Temannya Meninggal, Korban Patah Kaki Tragedi Kanjuruhan Cari Keadilan ke Jakarta

Avirista Midaada, Okezone · Kamis 17 November 2022 11:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 17 519 2709276 2-temannya-meninggal-korban-patah-kaki-tragedi-kanjuruhan-cari-keadilan-ke-jakarta-1DG63Iu9RN.jpg Korban tragedi Kanjuruhan cari keadilan ke Jakarta (Foto: MPI)

MALANG - Vicki Eka Saputra, satu dari puluhan korban luka tragedi Kanjuruhan yang berangkat ke Jakarta untuk mencari keadilan. Ia melakukan itu lantaran dua temannya meninggal atas peristiwa tersebut.

Kendati masih belum pulih sepenuhnya karena patah kaki yang dialaminya, ia tetap memutuskan berangkat ditemani keluarga temannya yang juga menjadi korban. Saat berjalan, Vicki namlak pincang dan terpaksa dipapah temannya karena masih mengalami kesulitan.

Kepada MPI siswa kelas XII SMK ini mengaku tak puas dengan penanganan perkara tragedi Kanjuruhan selama sebulan lebih ini. "Saya ingin mencari keadilan seadil-adilnya," kata Vicki sesaat sebelum keberangkatannya dari Posko Tim Gabungan Aremania di kantor KNPI, Kota Malang, pada Rabu malam (16/11/2022).

Dengan menahan sakit Vicki mengaku nekat berangkat ke Jakarta demi memperjuangkan nasib dua sahabatnya yang meninggal dunia saat menonton pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya. Ia pun menjadi saksi bagaimana kedua sahabatnya itu meregang nyawa setelah laga pada Sabtu malam 1 Oktober 2022.

"Karena saya ingin supaya tragedi cepat selesai. Masalah kelar. Karena dua teman saya sudah meninggal dunia," ungkap Vicki dengan mata berkaca-kaca.

Dirinya mengaku sempat dipanggil oleh penyidik Polda Jawa Timur ke Surabaya. Namun karena masih dalam keadaan sakit dan takut, ia berkonsultasi dengan tim kuasa hukum sehingga memutuskan tidak jadi berangkat ke Surabaya.

"Sebenarnya saya mau dikirim ke Polda Jatim. Tapi saya bilang enggak bisa. Awalnya saya takut. Kemudian saya didampingi sama lawyer, saya ditanya lebih ke pintu keluar masuk Aremania di tribun," terangnya.

Vicki saat melihat pertandingan di tribun 12 di malam nahas itu, namun pasca pertandingan ia terkejut ketika ada tembakan gas air mata ke tribun tempatnya menonton. Hal inilah yang membuatnya dan penonton lainnya panik, kakinya sempat terjepit dan bergelantungan di pagar pembatas tribun.

"Suasananya saat itu berdesak-desakan. Saya bergelantungan, karena kaki saya terjepit pagar. Di pintu 12 juga hanya ada satu pintu yang terbuka," terangnya.

Saat itu ia juga melihat banyak Aremania yang berdesak-desakan mencari jalan keluar. Hal inilah yang memicu mereka terinjak-injak sehingga memakan korban jiwa.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Kini dengan kondisinya yang semakin membaik membuat Vicki perlahan mulai bisa berjalan. Namun ia mengakui tak masuk sekolah 40 hari karena masih trauma dan menjalani perawatan pasca luka-luka.

"Akibat luka ini sekolah terganggu. Saya libur sebulan lebih 10 hari. Baru masuk empat hari kemarin," tuturnya.

Dirinya baru bisa masuk sekolah dan mengikuti pembelajaran selama empat hari belakangan ini. Namun ia memutuskan untuk izin kembali untuk berangkat ke Jakarta mencari keadilan. "Berangkat untuk mencari keadilan di Jakarta," tukasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sebanyak 50 orang korban tragedi Kanjuruhan berangkat ke Jakarta pada Rabu petang. Keberangkatan mereka untuk mencari keadilan dan melaporkan ke sejumlah lembaga negara mulai dari Komisi III DPR RI, Komnas HAM, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), hingga Bareskrim Mabes Polri.

Keberangkatan mereka didampingi tim hukum dan Tim Gabungan Aremania (TGA). Mereka rencananya berada di Jakarta hingga Sabtu (19/11/2022). Laporan yang dilayangkan terkait proses penanganan hukum tragedi Kanjuruhan yang dinilai lambat dan belum mencerminkan keadilan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini