Share

Korban Tragedi Kanjuruhan Lapor ke Bareskrim Polri : Intinya Kami Tidak Puas!

Avirista Midaada, Okezone · Kamis 17 November 2022 13:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 17 519 2709362 korban-tragedi-kanjuruhan-lapor-ke-bareskrim-polri-intinya-kami-tidak-puas-8U6jcbAi95.jpg Korban tragedi Kanjuruhan lapor ke Bareskrim Polri (Foto: MPI)

MALANG - Puluhan korban tragedi Kanjuruhan menuntut keadilan dengan melaporkan kasus tersebut ke Mabes Polri. Total ada sebanyak 50 korban berangkat dari Kota Malang pada Rabu 16 November 2022, didampingi tim hukum dan tim gabungan Aremania.

Mereka berangkat dari markas tim gabungan Aremania (TGA) di Gedung KNPI Kota Malang. Ada dua bus yang disiapkan oleh TGA untuk mengangkut para keluarga korban Tragedi Kanjuruhan ini menuju Jakarta.

Di Jakarta rencananya mereka akan menuju sejumlah lembaga negara, mulai dari DPR RI, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dan Bareskrim Mabes Polri.

Vincensius Sari selaku perwakilan paguyuban keluarga korban Tragedi Kanjuruhan mengatakan jika alasan 50 orang tersebut mendatangi markas besar Kepolisian Republik Indonesia itu adalah rasa ketidakpuasan akan penanganan yang tengah diurus di Polda Jatim

"Intinya kami tidak puas. bukannya kami tidak percaya sama institusi kepolisian, kami percaya, tapi ini adalah permalasahannya selama ini belum terselesaikan di sini (Polda). Jadi kami harus ke Jakarta," kata Vincensius Sari, Kamis (17/11/2022).

Menurutnya, pelaporan ke Bareskrim Mabes Polri dianggap sebagai upaya mencari keadilan. Sebab proses hukum di Polda Jawa Timur dinilai kurang berjalan maksimal.

"Kami merasa kurang relevan. Jadi ini harus ditangani oleh Mabes Polri sebagai yang berwenang dalam kepolisian republik Indonesia, " tambah Vincensius Sari yang juga telah kehilangan anak lelakinya dalam Tragedi memilukan itu.

Sementara itu tim hukum Aremania, Ahmad Agus mengatakan jika pihaknya telah memasukkan beberapa pasal tambahan untuk tersangka yakni pasal 338 dan 340 KUHP. Sejauh ini, dari enam tersangka yang sudah ditetapkan dalam Tragedi Kanjuruhan. Keenam tersangka ini dijerat dengan pasal 359 dan 360 KUHP.

"Jelas ada tiga klaster yang kita laporkan pertama dugaan pembunuhan, pembunuhan berencana, (pasal) 338, 340, dugaan tindak Pidana penganiayaan yang mengakibatkan luka ringan, luka berat, dan meninggal dunia. Dan juga paling utama hari ini adalah dugaan penganiayaan terhadap anak. UU perlindungan anak," paparnya.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Ahmad Agus mengatakan, untuk tujuan awal saat tiba di Jakarta Kamis besok adalah ke kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Kemudian setelah dari KPAI anggota paguyuban keluarga korban Tragedi Kanjuruhan akan bergerak menuju kantor Komnas HAM, lalu ke Ombudsman Indonesia. Di hari Jumat nanti mereka akan berlanjut bergerak menuju Lembaga Tinggi Negara seperti DPR RI untuk bertemu dengan anggota Komisi III.

"Insya Allah kalau tidak halangan, kita akan datang pertama ke KPAI kemudian ke Komnas HAM, kemudian ke Ombudsman Indonesia. Kemudian hari jumatnya ke DPR RI untuk menemui anggota komisi III. Karena kita menganggap komisi 3 DPR RI perlu untuk turun tangan juga memanggil Kapolri agar proses hukum yang berjalan bisa selesai," kata Ahmad Agus.

Para korban dan keluarganya juga membawa sejumlah bukti-bukti untuk melakukan pelaporan ke Bareskrim Mabes Polri. Menurutnya, ada sejumlah pihak yang paling bertangungjawab atas tragedi Kanjuruhan ini masih belum ditetapkan, apalagi terduga para tersangka tersebut masih bisa duduk tenang.

"Iya (bawa), yang jelas hari ini kalau kita bilang yang paling bertanggungjawab apakah 3 orang yang ditetapkan tersangka oleh pihak kepolisian bisa mencerminkan keadilan, kami anggap tidak. Ada banyak, Kapolres, waktu itu, ada Kapolda Jawa Timur juga. Ada beberapa eksekutor - eksekutor di lapangan yang sampai hari ini belum ditetapkan sebagai tersangka," jelasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sebanyak 50 orang korban tragedi Kanjuruhan berangkat ke Jakarta pada Rabu petang. Keberangkatan mereka untuk mencari keadilan dan melaporkan ke sejumlah lembaga negara mulai dari Komisi III DPR RI, Komnas HAM, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), hingga Bareskrim Mabes Polri.

Keberangkatan mereka didampingi tim hukum dan Tim Gabungan Aremania (TGA). Mereka rencananya berada di Jakarta hingga Sabtu (19/11/2022). Laporan yang dilayangkan terkait proses penanganan hukum tragedi Kanjuruhan yang dinilai lambat dan belum mencerminkan keadilan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini