Share

2 Terdakwa Rudapaksa Anak di Kediri Divonis 12 Tahun Penjara

Afnan Subagio, iNews · Kamis 17 November 2022 17:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 17 519 2709594 2-terdakwa-rudapaksa-anak-di-kediri-divonis-12-tahun-penjara-aN746eIrBB.jpg Sidang vonis kasus kekerasan seksual di Kediri. (Foto: Afnan Subagio)

KEDIRI - Kasus rudapaksa anak berinisial NP, warga Kabupaten Kediri, Jawa Timur telah memasuki babak akhir setelah Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri menggelar sidang putusan terhadap dua terdakwa RB dan AH.

Dalam sidang bertempat di Ruang Candra dengan Ketua Majelis Hakim Quraisyiyah, kedua terdakwa divonis 12 tahun penjara, denda Rp100 juta dan restitusi atau ganti kerugian kepada korban senilai Rp20 juta. Dalam catatan hakim selama persidangan, perbuatan kedua terdakwa mengakibatkan korban mengalami trauma berat,

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nanda Prayoga mengatakan bahwa vonis yang dijatuhkan oleh majelis hakim sesuai dengan tuntutannya, sehingga pihaknya menerima putusan tersebut.

“Hasil putusannya masing-masing terdakwa 12 tahun penjara, denda Rp100 juta subsidair 3 bulan kurungan dan restitusi Rp20 juta subsidair 4 bulan kurungan,” ucap Nanda, Kamis (17/11/2022).

Baca juga: Guru Honorer di Lahat Perkosa Siswi SMP, Ancam Korban Pakai Video Mesum

Sementara itu, Ketua Relawan Perempuan dan Anak (RPA) Perindo Jeanny latumahina mengatakan, kekerasan seksual terjadi karena adanya krisis moral pelaku. Oleh karenanya, RPA Perindo berkomitmen untuk mendampingi anak dan perempuan yang mengalami tindakan kekerasan seksual sampai tuntas.

“Serta mengupayakan agar para pelaku masuk ke ranah hukum dan mendapatkan hukuman maksimal,” ucapnya.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Sementara itu, Ketua DPW Perindo Jawa Timur Muhammad Mirdasy memeberikan apresiasi terhadap polisi, jaksa penuntut umum dan majelis hakim yang telah memberikan vonis yang adil. Dia juga mengajak siapapun yang mengalami tindakan kekerasan seksual agar melaporkannya ke RPA Perindo.

“Sehingga dapat dilakukan pendampingan karena persoalan itu menyangkut harkat dan martabat wanita yang perlu dilindungi secara bersama-sama,” ujar dia.

Laporan kepada Perindo tidak dipungut biaya. “Jangan takut, karena kekerasan seksual harus dilawan,” tegasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini