Share

Soal Jatuhnya Pesawat Malaysia Airlines MH17, Rusia Tuduh Pengadilan Belanda Tunduk pada Tekanan Politisi, Jaksa hingga Media

Susi Susanti, Okezone · Jum'at 18 November 2022 10:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 18 18 2709969 soal-jatuhnya-pesawat-malaysia-airlines-mh17-rusia-tuduh-pengadilan-belanda-tunduk-pada-tekanan-politisi-jaksa-hingga-media-pUHc4EcQpv.jpg Pesawat Malaysia Airlines MH17 ditembak jatuh saat penerbangan dari Amsterdam ke Kuala Lumpur (Foto: Reuters)

BELANDA - Kementerian Luar Negeri Rusia menuduh Pengadilan Belanda tunduk pada tekanan dari politisi Belanda, jaksa dan media berita. Hal ini terkait dengan putusan pengadilan yang memvonis tiga orang bersalah atas kasus pembunuhan karena menembak jatuh sebuah pesawat penumpang Malaysia Airlines MH17 di Ukraina timur pada 2014 yang menewaskan 298 orang.

“Tidak perlu membicarakan objektivitas dan ketidakberpihakan dalam kondisi seperti itu,” katanya dalam sebuah pernyataan, dikutip AP.

Pengadilan juga membenarkan jika rudal buatan Rusia yang dipasok dari Rusia dan ditembakkan oleh kelompok bersenjata di bawah kendali Rusia menjatuhkan penerbangan MH17.

Baca juga: Putusan Pengadilan Belanda Soal Jatuhnya Pesawat Malaysia Airlines MH17 Disambut Baik Dunia Internasional, Dianggap Langkah Penting 

Majelis hakim memutuskan bahwa tindakan menjatuhkan pesawat merupakan tindakan yang disengaja. Adapun tiga pria itu, yakni dua orang Rusia dan satu orang Ukraina, dinyatakan bersalah secara in absentia dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Orang Rusia ketiga dibebaskan. Mereka yakni Igor Girkin, pemimpin militer dari apa yang disebut Republik Rakyat Donetsk, dihukum karena mengerahkan rudal dan mencari bantuan Rusia.

Baca juga: Tuduh Rusia Tidak Pernah Bekerja Sama, Keluarga Korban Lega dengan Putusan Pengadilan Belanda Soal Jatuhnya Pesawat MH17

Dikutip BBC, Sergei Dubinsky diketahui telah memerintahkan dan mengawasi pengangkutan peluncur rudal Buk. Lalu Leonid Kharchenko diketahui telah mengawasi rudal Buk, bertindak atas instruksi Dubinsky.

Adapun Oleg Pulatov adalah satu-satunya dari empat terdakwa yang memiliki perwakilan hukum di persidangan. Para hakim membebaskannya, meskipun mereka mengetahui bahwa dia mengetahui tentang misil tersebut.

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

Terdakwa paling senior adalah Girkin, mantan kolonel berusia 51 tahun di Dinas Keamanan Federal Rusia atau FSB. Pada saat pesawat itu jatuh, dia mejabat sebagai Menteri Pertahanan dan komandan angkatan bersenjata wilayah Donetsk yang memisahkan diri dan sekarang terlibat dalam perang Ukraina.

Dubinskiy, 60, adalah mantan perwira di dinas intelijen militer Rusia, GRU, dan salah satu deputi Girkin pada 2014. Seperti Girkin, dia melakukan kontak rutin dengan pejabat Rusia pada 2014 dan juga kepala intelijen di wilayah Donetsk yang memisahkan diri.

Kharchenko digambarkan sebagai komandan unit tempur pemberontak pro-Rusia yang menerima perintah langsung dari Dubinskiy.

Pulatov adalah mantan perwira berusia 56 tahun di unit khusus GRU yang merupakan wakil Dubinskiy pada saat MH17 ditembak jatuh.

Dalam sebuah video yang diputar di pengadilan, Pulatov bersikeras dia tidak bersalah.

“Yang penting bagi saya adalah kebenaran terungkap. Penting bagi saya bahwa negara saya tidak disalahkan atas tragedi ini,” terangnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini