Share

Asal Usul dan Sejarah Nazi, Partai Politik yang Menghabisi Jutaan Nyawa Manusia

Nadilla Syabriya, Okezone · Jum'at 18 November 2022 15:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 18 18 2710274 asal-usul-dan-sejarah-nazi-partai-politik-yang-menghabisi-jutaan-nyawa-manusia-Bin6Eqi3Fc.jpg Asal usul dan sejarah Nazi (Foto: LIFE/Time Inc)

JAKARTA - Nazi pada awalnya merupakan sebuah partai politik (parpol) yang pernah berada di Jerman selama Perang Dunia II. Partai ini didirikan pada awal 1920-an dan bermarkas di München.

Sebelumnya, partai ini bernama Partai Pekerja Jerman yang kemudian diubah menjadi Partai Buruh Nasional-Sosialis Jerman atau Nazi pada 24 Februari 1920 setelah Adolf Hitler mengambil kepemimpinan partai.

Di bawah kepemimpinannya, Hitler membawa Partai Nazi menjadi kekuatan politik utama di Jerman yang memerintah secara totaliter dari tahun 1933 hingga 1945. Selain itu, ia juga diangkat oleh Presiden Paul von Hindenburg sebagai Kanselir Jerman.

Baca juga: Kisah Nazi Melacak Ras Arya 'Murni' di Tibet, yang Diyakini Berasal dari Atlantis yang Hilang 

  • Asal Usul

Melansir dari History, Partai Nazi berawal dari kekalahan Jerman pada Perang Dunia I yang memicu tekanan ekonomi dan politik negara itu menjadi tidak stabil. Hal ini lantas membuat para penduduknya menjadi frustasi dan menganut semangat nasionalis-rasisme di seluruh Jerman.

Baca juga: 6 Tokoh Ini Tolak Penghargaan Nobel, Nomor 4 Ditangkap Polisi Rahasia Nazi

Oleh sebab itu, penduduk menyatakan ketidakpuasannya atas Perjanjian Versailles dan menentang Republik Weimar sebagai penyebab kekalahan. Sehingga pada 5 Januari 1919, Anton Dexler, seorang nasionalis Jerman, mendirikan Partai Buruh Jerman dalam rangka mempromosikan gerakan nasionalisme dan antisemit.

Hitler memutuskan untuk bergabung dengan Partai Buruh Jerman pada September 1919 dan menjadi pembicara publik. Ia mulai menarik anggota baru dengan pidato yang menyalahkan orang Yahudi atas masalah-masalah di Jerman dan mendukung nasionalisme ekstrem.

Follow Berita Okezone di Google News

Kemudian pada Juli 1921, Hitler mengambil alih kepemimpinan partai tersebut dan berganti nama Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei (NSDAP) atau Partai Buruh Nasional-Sosialis Jerman, yang disingkat menjadi Partai Nazi. Partai ini berideologi rasis, nasionalis, anti-demokrasi, antisemit, serta anti-Marxis.

  • Kebangkitan Nazi

Pada 1929, Republik Weimar Jerman memasuki masa depresi ekonomi yang parah dan meluasnya pengangguran. Nazi memanfaatkan situasi tersebut dengan mengkritik pemerintah yang berkuasa dan mulai memenangkan pemilihan. Dalam pemilu Juli 1932, mereka merebut 230 dari 608 kursi di “Reichstag”, atau parlemen Jerman.

Pada Januari 1933, Hitler diangkat menjadi kanselir Jerman dan pemerintahan Nazi-nya segera mengendalikan setiap aspek kehidupan Jerman. Di bawah pemerintahan Nazi, semua partai politik lainnya dilarang beroperasi.

Tahun yang sama, Nazi membuat penjara pertama mereka di Dachau, Jerman, untuk menampung para tahanan politik. Dachau berkembang menjadi penjara kematian yang menyebabkan ribuan orang Yahudi meninggal karena kekurangan gizi, penyakit, dan terlalu banyak bekerja atau dieksekusi.

Selain orang Yahudi, para tahanan termasuk anggota kelompok lain yang dianggap Hitler tidak layak untuk Jerman baru, termasuk seniman, penderita cacat fisik dan mental, dan homoseksual.

Pada kebijakan luar negerinya, Hitler menarik negaranya dari Liga Bangsa-Bangsa serta membatalkan Perjanjian Versailles pada 1935. Pada paruh kedua 1930-an, Nazi Jerman berhasil mencaplok Austria, Cekoslowakia, dan Polandia.

Selama enam tahun pertama pemerintahannya, kebijakan luar negeri Partai Nazi telah memicu terjadinya Perang Dunia II. Di saat yang sama, kampanye anti-Yahudi menjadi semakin ganas dan puncaknya saat peristiwa Holocaust, yakni genosida terhadap sekitar enam juta kaum Yahudi di Eropa selama Perang Dunia II.

  • Pembubaran Nazi

Pada 20 Juli 1944, mulai muncul upaya terorganisir untuk menggulingkan Hitler dan Partai Nazi. Harapan tersebut terwujud satu tahun kemudian, saat Jerman kalah dalam Perang Dunia II dan Hitler melakukan bunuh diri.

Setelah itu, Jerman diduduki oleh pasukan Sekutu, yang melarang Partai Nazi dan menyatakannya sebagai organisasi kriminal. Pasukan Sekutu kemudian mengadili para pemimpin Nazi atas kejahatan kemanusiaan yang dilakukan antara 1933-1945. Mereka juga berusaha untuk membersihkan pengaruh Partai Nazi dari setiap aspek kehidupan Jerman.

1
3
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini