Share

Breaking News! Kapal Wisata Kandas di Perairan Raja Ampat

Chanry Andrew S, iNews · Jum'at 18 November 2022 11:52 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 18 340 2710087 breaking-news-kapal-wisata-kandas-di-perairan-raja-ampat-kwPSPGlsYa.jpg Kapal kandas di Raja Ampat

WAISAI - Kejadian kapal kandas di atas karang (reef) kembali terjadi. Kali ini sebuah kapal wisata Live on Board (LoB), Leyla, berbendera Indonesia kandas di gugusan reef, perairan Arborek Distrik Meos Mansar Kabupaten Raja Ampat.

Lokasi kejadian disebutkan terjadi di lokasi situs penyelaman yang dikenal sebagai Crossover Reef, Raja Ampat, Propinsi Papua Barat.

Kapal LoB tersebut merupakan kapal wisata jenis Phinisi berkabin dua dan memiliki dua kabin tengah membawa sejumlah awak kapal berkebangsaan Indonesia dan wisatawan asal mancanegara ke pulau Arborek.

(Baca juga: KM Glory Mary Kandas di Kepulauan Talaud Akibat Cuaca Buruk)

Berdasarkan informasi penduduk Kampung Arborek menyebut, Kapal wisata itu mengalami kejadian kandas di atas karang berada disebelah barat wilayah perairan Kampung Wisata Arborek, Distrik Meos Mansar.

Penduduk setempat menyebutkan Kapal wisata berbendera Indonesia tersebut mengalami musibah sekitar pukul 23.19 WIT.

Informasi lainnya menyebutkan, ketika kandas pada Rabu malam itu, kapal LoB Leyla, tengah membawa beberapa wisatawan yang ikut dalam trip wisata di wilayah Raja Ampat.

"Ketika mengalami musibah itu, seluruh penumpang dan awak kapal di evakuasi ke kampung Arborek oleh penduduk setempat,"ungkap salah seorang penduduk kampung Arborek yang enggan disebutkan namanya, Jumat, (18/11/2022).

Akibat peristiwa itu, Kapal LoB bernama Leyla tersebut mengalami kerusakan parah yakni bocor pada lambung atau dasar kapal bagian kiri. Diduga kerusakan tersebut akibat kandas diatas karang. Akibat kerusakan itu pula disebutkan air masuk ke Palka kapal.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

"Kami belum tahu pasti penyebab kejadian kapal kandas. Kami masih berusaha berbicara dengan Nahkoda Kapal, karena kami duga Nakhoda kapal tersebut belum mengetahui situasi di perairan ini, apalagi arus laut dalam di perairan ini sangat kencang,"ujar penduduk tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Ellen Risamasu belum bisa dikonfirmasi terkait peristiwa tersebut.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini