Share

Gempa M6,8 di Pulau Enggano, BPBD: Belum Ada Laporan Kerusakan

Demon Fajri, Okezone · Jum'at 18 November 2022 22:19 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 18 340 2710561 gempa-m6-8-di-pulau-enggano-bpb-belum-ada-laporan-kerusakan-DyEpnboX9K.jpg

BENGKULU - Gempa tektonik dengan Magnitudo (M=), 6,8 mengguncang wilayah Samudera Hindia Pantai Barat Sumatera, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, pada Jumat (18/11/2022), pukul 20.37.06 WIB.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M=6,7. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 4,90° LS ; 100,65° BT.

Tepatnya berlokasi di laut pada jarak 186 Km arah Barat Laut, Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu, pada kedalaman 15 km.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu, Khristian Hermansyah mengatakan, pihaknya belum ada menerima laporan kerusakan bangunan.

Baik bangunan sarana pendidikan, kesehatan, perkantoran maupun pemukiman penduduk di wilayah pulau terluar Provinsi Bengkulu tersebut. Masyarakat di Pulau Enggano tidak panik dan tetap menjalankan aktivitasnya seperti biasanya.

"Belum ada laporan kerusakan. Nanti kita update jika ada laporan. Warga tidak ada yang panik. Masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa," kata Khristian, Jumat (18/11/2022), malam.

Sementara itu, Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Ahli Muda Stasiun Geofisika Kepahiang Provinsi Bengkulu, Sabar Ardiansyah mengatakan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia terhadap lempeng Eurasia.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," kata Sabar, Jumat (18/11/2022), malam.

Gempa bumi ini, jelas Sabar, berdampak dan dirasakan di daerah Enggano dengan skala intensitas IV MMI, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu Utara, dan Kota Bengkulu dengan skala intensitas III-IV MMI serta daerah Liwa dengan skala intensitas II MMI.

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," jelas Sabar.

Hingga pukul 21.20 WIB, lanjut Sabar, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya aktivitas 2 gempa bumi susulan (aftershock) dengan Magnitudo terbesar M5,6.

Kepada masyarakat, imbau Sabar, agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Lalu, agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," imbau Sabar.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini