Share

Datangi Kantor LPSK, Korban Tragedi Kanjuruhan Akui Masih Ada Tekanan dan Minta Dilindungi

Avirista Midaada, Okezone · Sabtu 19 November 2022 02:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 18 519 2710579 datangi-kantor-lpsk-korban-tragedi-kanjuruhan-akui-masih-ada-tekanan-dan-minta-dilindungi-SN7iCo8ItB.JPG

JAKARTA - Korban tragedi Kanjuruhan didampingi tim hukum berkoordinasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Pasalnya dari sejumlah korban dan keluarganya masih ada upaya-upaya tekanan dari pihak terkait.

Hidayat, salah satu keluarga korban tragedi Kanjuruhan, meminta LPSK menampung aspirasi yang disampaikan korban dan keluarga yang datang langsung ke Jakarta.

“Ada indikasi tekanan dan kami minta LPSK bisa beri perlindungan,” ujar Hidayat melalui keterangan persnya pada Jumat malam (18/11/2022) sesuai mengunjungi Kantor LPSK di Jakarta.

Sementara itu Penasihat hukum korban Agus Mun'im menjelaskan, kedatangan korban ke Jakarta bertujuan mencari keadilan. Hal ini disebabkan proses hukum yang berjalan di Polda Jawa Timur berjalan lamban.

“Harapan kami LPSK memberikan perlindungan kepada korban dan keluarga. Potensi intimidasi terhadap mereka nyata. Bahkan, sempat ada permintaan dari pihak tertentu agar rombongan (terdiri dari perempuan dan anak) tidak usah ke Jakarta,” ungkap Agus.

Ia meminta kepada LPSK setelah turun ke Malang mau memfasilitasi penghitungan restitusi atau ganti rugi bagi korban, baik kerugian materiil maupun kerugian inmateriil.

“Proses hukum saat ini masih terus berlangsung dan LPSK kami minta dapat membantu menghitung kerugian korban,” katanya.

Di sisi lain, Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu menegaskan, sehari setelah kejadian LPSK sudah ada di Malang untuk merespon Tragedi Kanjuruhan, termasuk menemui langsung beberapa korban di rumah.

“Kami memahami apa yang disampaikan Mas Agus (ketua rombongan) dan Pak Hidayat (ayah korban) soal kekhawatiran adanya tekanan jika menjadi saksi,” tandas Edwin.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Sebab, menurut Edwin, pihaknya sejak awal yakin ada peristiwa pidana pada Tragedi Kanjuruhan. Sejak LPSK turun ke Malang, ada 20 permohonan perlindungan. LPSK masih membuka pintu jika ada saksi maupun korban yang akan mengajukan permohonan perlindungan ke LPSK.

“LPSK terbuka jika masih ada masyarakat yang mau minta perlindungan, apalagi mereka yang akan menjadi saksi. LPSK fokus pada perlindungan saksi dan korban, bukan pada pokok perkara yang menjadi konsen tim penasihat hukum,” jelas Edwin.

Dia menambahkan, salah satu alat bukti dalam peradilan pidana adalah saksi. Alhasil sejuah ini pihaknya mengklaim telah proaktif turun untuk melindungi para saksi, termasuk meminta kepada Polri untuk mengusut tindak pidana lainnya yang mungkin terjadi pada peristiwa Kanjuruhan ini.

"Bapak ibu ada di lokasi yang tahu dan melihat langsung kejadian. Pada Tragedi Kanjuruhan, LPSK proaktif. Meski belum ada permohonan, LPSK sudah turun,” tandasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini