Share

Fenomena Unik, Gempa Bumi di Kroasia Menyebabkan Daratan Berlubang Bak Keju

Tim Okezone, Okezone · Selasa 22 November 2022 06:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 21 18 2712033 fenomena-unik-gempa-bumi-di-kroasia-menyebabkan-daratan-berlubang-bak-keju-44689dkemB.JPG Ilustrasi/ Foto: BBC

JAKARTA - Peristiwa itu terjadi secara tiba-tiba dan tanpa peringatan. Di lahan yang seharusnya menjadi tempat tumbuhnya tunas bibit kentang yang ditanam di kebun luas milik Nikola Borojevic, kini ada lubang besar menganga.

Berdiameter sekitar 30 meter dan memiliki kedalaman 15 meter, lubang itu dengan cepat terisi air. Dan lubang itu bukan satu-satunya.

 BACA JUGA:Terungkap, Rumah Keluarga yang Tewas di Kalideres Ternyata Akan Dijual

Dalam waktu beberapa pekan, lusinan lubang serupa bermunculan di sekitar desa Mečenčani dan tetangganya, Borojovici di timur laut Kroasia.

Lubang yang ada di luar rumah Borojevi di Mečenčani muncul pada 5 Januari tahun ini, hanya enam hari setelah gempa berkekuatan 6,4 M melanda daerah sekitar kota Petrinja yang berdekatan dengan desa tersebut.

 BACA JUGA:Menag Yaqut Ajak Masyarakat Panjatkan Doa untuk Korban Gempa Cianjur

Itu adalah gempa bumi terkuat yang melanda Kroasia selama lebih dari empat dekade, menewaskan tujuh orang dan menghancurkan ribuan rumah.

Sementara tanah longsor dan lubang-lubang yang muncul sesudahnya diketahui dipicu oleh gempa bumi, bersama dengan fenomena geologis aneh lainnya seperti likuifaksi, di mana tanah padat berperilaku seperti cairan, banyaknya lubang yang muncul di sekitar dua desa mengejutkan dan membingungkan para ahli.

Sebulan setelah gempa, hampir 100 lubang besar menganga tersebar di area seluas 10 kilometer persegi, dengan lubang baru terus bermunculan tiap pekan.

Lubang menganga itu mengubah desa menjadi layaknya 'keju Swiss' jika dilihat dari udara.

Lubang di kebun Borojevic kini menjadi yang terbesar di daerah itu. Saat pertama kali muncul, lebarnya hanya 10 meter, namun setelah itu kian membesar.

"Istri saya berada di rumah sepanjang pagi, sesekali melihat melalui jendela," kata Borojević dilansir dari BBC, Senin (21/11/2022).

"Sekitar jam 2 siang dia melihat sesuatu yang aneh di taman. Kami pergi ke luar dan ada lubang besar di kebun kami."

Selama tiga bulan berikutnya, ukuran lubang itu semakin besar tiga kali lipat.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Tapi keluarga Borojevic beruntung. Lubang lain di daerah itu menganga hanya beberapa meter dari ambang pintu rumah penduduk dan satu muncul di bawah rumah, mendorong para pejabat untuk mempertimbangkan untuk mengevakuasi kedua desa.

Lubang yang lain muncul di hutan dan ladang pertanian di sekitarnya, di mana salah satunya, menurut beberapa rumor lokal, hampir menelan petani lokal dan traktornya.

Jumlah lubang runtuhan yang luar biasa banyak di satu tempat telah menarik perhatian ahli geologi lokal dan asing, yang ingin memahami bagaimana gempa bumi dapat memicu keruntuhan tanah.

"Tidak ada yang mengharapkan munculnya begitu banyak lubang runtuhan," kata seismolog Josip Stipčevi dari Departemen geofisika di Fakultas Sains di Zagreb.

Berada di area rawan gempa

Kroasia berada di daerah yang sangat aktif secara seismik, di mana lempeng Adriatik kecil bertabrakan dengan lempeng tektonik Eurasia, menyebabkan sejumlah patahan aktif, jelas Stipčević.

Sebelum gempa pada 29 Desember 2020, negara itu telah mengalami sembilan gempa lainnya dengan kekuatan di atas enam magnitudo sejak awal abad ke-20.

Gempa besar terakhir yang terjadi di patahan Pokupsko-Petrinja - di tempat yang sama gempa terbaru melanda - terjadi pada tahun 1909.

Gempa 1909 terjadi hanya 23 km barat laut dari pusat gempa yang mengguncang pada akhir tahun 2020.

Gempa tersebut juga menarik perhatian seismolog terkemuka saat itu.

Ahli geofisika Kroasia yang terkenal Andrija Mohoroviči mempelajari seismograf dari gempa Pokupsko tahun 1909 dan menyimpulkan bahwa gelombang seismik bergerak dengan kecepatan berbeda saat melewati lapisan bumi yang berbeda.

Wawasannya mengarah pada penemuan batas yang memisahkan kerak bumi dari mantelnya, yang sekarang dikenal sebagai diskontinuitas Mohorovicic, atau hanya Moho.

Saat ini, para peneliti sedang mempelajari area yang sama dengan harapan dapat memahami bagaimana gempa menyebabkan begitu banyak lubang yang tiba-tiba muncul.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini