Share

Gempa M5,0 Guncang di Enggano Bengkulu, Ini Penjelasan BMKG

Demon Fajri, Okezone · Senin 21 November 2022 10:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 21 340 2711487 gempa-m5-0-guncang-di-enggano-bengkulu-ini-penjelasan-bmkg-TyAFxKN03a.jpg Illustrasi (foto: Freepick)

BENGKULU - Gempa tektonik dengan Magnitudo (M=)5,0 kembali mengguncang Pulau Enggano, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, Senin (21/11/2022), pukul 08.41 WIB.

Hasil analisis BMKG, gempa di wilayah Pantai Barat Sumatera, Bengkulu ini memiliki parameter update dengan M4,9. Dengan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 4,90° LS ; 100,79° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 171 km Barat Laut Enggano, Pulau Enggano, pada kedalaman 10 km.

 BACA JUGA:Gempa M5,0 di Enggano Bengkulu, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, kata Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Ahli Muda Stasiun Geofisika Kepahiang Provinsi Bengkulu, Sabar Ardiansyah, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal, akibat adanya aktivitas subduksi lempeng.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip)," kata Sabar, Senin (21/11/2022).

 BACA JUGA:Gempa M4,7 Guncang Gorontalo Utara

Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap), jelas Sabar, gempa bumi ini menimbulkan guncangan di daerah Pagai Selatan, Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, dan Kecamatan Putri Hijau, Kabupaten Bengkulu Utara, dengan skala intensitas II MMI.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Hingga saat ini, lanjut Sabar, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan, kata Sabar, menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

Hasil monitoring BMKG, hingga pukul 09.00 WIB, terang Sabar, belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan ( aftershock ).

"Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa," pungkas Sabar.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini