Share

Unik, Jepang Gunakan Tisu untuk Kampanye Pencegahan Bunuh Diri

Alfilya Tri Maulina, Okezone · Selasa 22 November 2022 21:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 22 18 2712790 unik-jepang-gunakan-tisu-untuk-kampanye-pencegahan-bunuh-diri-mQaGjKaDW2.jpg Tisu pencegahan bunuh diri. (Foto: Kantor Prefektur Yamanashi)

JAKARTA - Bunuh diri bukanlah fenomena baru yang terjadi di Jepang. Sejak zaman feodal, jisatsu, sebutan bunuh diri dalam bahasa Jepang, sudah terkenal di Negara Matahari Terbit, bahkan memiliki sejarah yang panjang dalam kehidupan masyarakat negara itu hingga saat ini.

BACA JUGA: 4 Aksi Bunuh Diri Paling Fenomenal di Jepang, 2 di Antaranya Lakukan Seppuku

Dari data yang dikeluarkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada 2012 Jepang merupakan Negara ke-3 setelah Republik Korea dan Hungaria yang memiliki kasus bunuh diri terbesar di dunia.

Negara ini mengalami lonjakan kematian akibat bunuh diri selama masa pandemi. Masalah bunuh diri ini dianggap masalah serius bagi pemerintah Jepang. Pemerintah Jepang tidak tinggal diam. Mereka giat melakukan usaha untuk menurunkan jumlah kasus bunuh diri ini melalui berbagai program.

BACA JUGA: Ini Penyebab Orang Jepang Banyak Bunuh Diri

Salah satunya telah mengeluarkan solusi unik untuk membantu mencegah bunuh diri di kalangan remaja dengan mencetak kertas toilet dengan nomor pencegahan bunuh diri dan pesan dukungan serta gambar ilustrasi yang memiliki makna khusus..

Dikutip melalui Japan Today hingga saat ini, sekira 6.000 gulungan tisu toilet telah disebarkan ke 12 universitas daerah untuk membantu kaum muda yang membutuhkannya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Banyak gambar yang tersirat memiliki makna khusus contohnya seperti ilustrasi seperti kucing yang meringkuk dan wanita yang memegang payung yang memandang ke langit adalah pesan yang dibuat oleh ahli kesehatan mental yang dimaksudkan untuk menghilangkan kesepian.

Ada juga kata-kata motivasi seperti "Dear kamu, habiskan hari-hari yang menyakitkan dengan berpura-pura baik-baik saja untuk orang lain",

isi salah satu pesan yang ditulis dengan warna biru di atas kertas putih. "Kamu tidak perlu menceritakan semuanya... tapi bagaimana kalau sedikit saja?".

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini