Share

Sosok Raja Malaysia yang Akan Turut Memilih Perdana Menteri Baru

Natalia Bulan, Okezone · Rabu 23 November 2022 08:47 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 23 18 2712972 sosok-raja-malaysia-yang-akan-turut-memilih-perdana-menteri-baru-9gWXL448cw.jpg Raja Malaysia Al-Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah/Reuters

KUALA LUMPUR - Raja Malaysia Al-Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah menjadi sorotan ketika ia mempertimbangkan pilihannya tentang siapa yang akan menjadi Perdana Menteri berikutnya di negara tersebut.

Hal ini disoroti setelah pemilihan tidak menghasilkan partai dengan mayoritas di parlemen dan pembicaraan koalisi gagal.

Dikutip dari Reuters, Al-Sultan Abdullah mengatakan dia akan segera memutuskan antara pemimpin oposisi Anwar Ibrahim dan mantan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin setelah tidak ada politisi yang dapat memperoleh dukungan yang cukup untuk membentuk koalisi setelah pemilihan hari Sabtu yang lalu.

Ini akan menjadi ketiga kalinya Raja memilih Perdana Menteri hanya dalam waktu dua tahun, meskipun ini pertama kalinya terjadi setelah pemilihan.

Siapa Raja Malaysia?

Raja Al-Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah naik tahta pada tahun 2019 pada usia 59 tahun, ia menjadi Raja Malaysia ke-16 sejak memperoleh kemerdekaan dari Inggris pada tahun 1957.

Malaysia memiliki monarki konstitusional yang unik saat raja dipilih secara bergiliran dari keluarga kerajaan sembilan negara bagian, dan masing-masing memerintah selama lima tahun.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Al-Sultan Abdullah yang berambut perak dan berkacamata menjadi raja setelah raja sebelumnya turun tahta secara mengejutkan.

Penguasa negara bagian Pahang di pesisir timur Malaysia, Raja Al-Sultan Abdullah meraih popularitas karena citranya yang membumi di awal pemerintahannya setelah terlihat mengantre di Kentucky Fried Chicken dan membantu korban kecelakaan di sebuah jalan raya.

Al-Sultan Abdullah adalah olahragawan yang rajin, pernah mewakili negaranya dalam pertandingan sepak bola di masa mudanya.

Dia telah menjabat sebagai anggota Komite Eksekutif FIFA dan sebagai presiden Federasi Hoki Asia.

 

Apakah Perdana Menteri selalu pilihan Raja?

 

Tidak. Pemilu biasanya menentukan siapa yang akan menjadi perdana menteri di Malaysia di bawah sistem parlementer.

Tetapi konstitusi memberinya kekuatan untuk menunjuk seorang Perdana Menteri yang dia yakini dapat memimpin mayoritas di antara anggota parlemen.

Raja Malaysia jarang menggunakan kekuasaan itu, tetapi ketidakstabilan politik dalam dua tahun terakhir telah mendorong raja untuk memilih seorang Perdana Menteri.

Monarki telah memainkan peran yang lebih berpengaruh sejak tahun 2020 di tengah penurunan aliansi Barisan Nasional yang pernah dominan dan partai utamanya, Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO).

Barisan telah memimpin setiap pemerintahan sejak kemerdekaan dari penjajahan Inggris pada tahun 1957 hingga kekalahan pemilihannya pada tahun 2018. Barisan terpilih setelah skandal miliaran dolar di dana negara 1MDB.

Apa yang terjadi sebelumnya?

Raja Al-Sultan Abdullah telah menunjuk dua perdana menteri sebelumnya, meski ini pertama kalinya terjadi setelah pemilu gagal menghasilkan pemenang yang jelas.

Raja menunjuk Muhyiddin sebagai Perdana Menteri pada Februari 2020 ketika Perdana Menteri saat itu Mahathir Mohamad mengundurkan diri karena pertikaian koalisi.

Al-Sultan Abdullah mengambil langkah yang tidak biasa dengan bertemu dengan 222 anggota parlemen negara itu setelah pengunduran diri Mahathir untuk menentukan siapa yang memiliki mayoritas untuk membentuk pemerintahan baru, akhirnya memilih mantan sekutu Mahathir Muhyiddin Yassin.

Kurang dari setahun kemudian, setelah koalisi Muhyiddin sendiri bubar, raja meminta anggota parlemen untuk menyerahkan surat masing-masing tentang siapa yang mereka dukung sebagai PM dan memutuskan untuk menunjuk perdana menteri berikutnya - Ismail Sabri Yaakob, yang berkuasa hingga pemilihan baru-baru ini.

Apa yang terjadi selanjutnya?

Raja bertemu dengan Anwar dan Muhyiddin pada hari Selasa.

Muhyiddin mengatakan Raja telah menyarankan agar dia dan Anwar membentuk 'pemerintahan persatuan' bersama, tetapi dia tidak setuju.

Raja telah memanggil 30 anggota parlemen dari aliansi Barisan Nasional untuk pertemuan pada hari Rabu untuk menentukan siapa yang akan menjadi perdana menteri.

Barisan membukukan kinerja pemilu terburuknya pada hari Sabtu tetapi memainkan peran penting dalam pembentukan pemerintah karena dukungannya dibutuhkan baik oleh Anwar maupun Muhyiddin untuk meraih mayoritas.

Siapa pun yang pada akhirnya diangkat sebagai Perdana Menteri kemungkinan besar akan menghadapi lebih banyak pergolakan politik seperti yang melanda negara itu dalam beberapa tahun terakhir.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini