Share

Menlu AS Kecam FIFA karena Ancam Kartu Kuning ke Pemain yang Pakai Gelang Pelangi

Susi Susanti, Okezone · Rabu 23 November 2022 13:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 23 18 2713187 menlu-as-kecam-fifa-karena-ancam-kartu-kuning-ke-pemain-yang-pakai-gelang-pelangi-r7hGuIhYhj.jpg Menlu AS Antony Blinken dan Menlu Qatar melakukan konferensi pers di Doha, Qatar(Foto: AP)

QATAR - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (Menlu AS) Antony Blinken pada Selasa (22/11/2022) mengecam keputusan FIFA yang mengancam akan memberikan kartu kuning – tanda peringatan – terhadap pemain mana pun di ajang Piala Dunia yang mengenakan gelang di lengan atas atau ban lengan (armband) guna mendukung sikap inklusif dan keragaman.

“Selalu memprihatinkan ketika melihat adanya pembatasan kebebasan berekspresi… terutama ketika ekspresi itu demi keragaman dan sikap inklusif,” terangnya dalam konferensi pers bersama mitranya, Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, dikutip VOA.

Baca juga: Ketika Kapten Timnas Iran Cerita Tentang Kondisi Negaranya di Piala Dunia 2022, Klaim Rakyat Tidak Bahagia

“Menurut penilaian saya, setidaknya, tidak ada satu orang pun di lapangan sepak bola yang boleh dipaksa untuk memilih antara mendukung nilai-nilai ini atau bermain untuk tim mereka,” lanjutnya yang berbicara di Diplomatic Club di Doha.

Baca juga: Buron dari India, Zakir Naik Akan Ceramah di Qatar Selama Piala Dunia 2022

FIFA belum menanggapi permohonan komentar VOA atas pernyataan Blinken itu.

Blinken tiba di Qatar pada Senin (21/11/2022) untuk menengok program sepak bola remaja yang terkait Piala Dunia. Ia kemudian menonton pertandingan tim Amerika melawan Wales pada Senin (21/11/2022) malam.

Meskipun mengecam FIFA secara terbuka, namun Blinken menggunakan nada yang lebih terukur saat berbicara dengan mitranya dari Qatar.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Menjelang pembukaan Piala Dunia pada Minggu (20/11/2022) lalu, negara kaya energi di Timur Tengah itu dikritisi karena perlakuannya terhadap para pekerja migran dan langkah mengkriminalisasi lesbian dan gay.

“Dalam beberapa tahun terakhir ini Qatar telah membuat langkah berarti pada undang-undang perburuhannya, untuk memperluas hak-hak pekerja,” ujar Blinken.

“Masih ada hal-hal yang harus diperbaiki dan Amerika akan terus bekerja bersama Qatar untuk memperkuat hak-hak buruh dan hak asasi manusia, bahkan setelah berakhirnya Piala Dunia,” tambahnya.

Seperti diketahui, hanya beberapa jam sebelum para pemain pertama yang mengenakan ban lengan untuk mendukung kampanye “One Love” turun ke lapangan pada Senin (21/11/2022), FIFA memperingatkan bahwa mereka akan langsung diganjar kartu kuning. Sebagai informasi, ketika seorang pemain menerima dua kartu kuning, ia akan dikeluarkan dari pertandingan tersebut dan yang berikutnya.

Pada akhirnya, tidak ada pemain yang mengenakan ban lengan untuk mendukung kampanye “One Love” saat turun ke lapangan pada Senin (21/11/2022), meskipun tujuh tim Eropa sempat mengatakan berencana mengenakannya menjelang turnamen.

Harry Kane dari Inggris mengenakan ban lengan dengan pesan “Tidak Boleh Ada Diskriminasi” yang disetujui FIFA dan ditawarkan sebagai kompromi dalam pertandingan melawan Iran.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini