Share

Ledakan Bom Ganda Yerusalem Tewaskan Setidaknya 1 Orang, Israel Salahkan Militan Palestina

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 23 November 2022 18:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 23 18 2713463 ledakan-bom-ganda-yerusalem-tewaskan-setidaknya-1-orang-israel-salahkan-militan-palestina-pPt8bIfVSX.jpg Bus yang rusak terlihat di lokasi ledakan bom di sebuah halte di Yerusalem, 23 November 2022. (Foto: Reuters)

YERUSALEM - Dua ledakan bom di halte bus di pinggiran Yerusalem pada Rabu (23/11/2022) menewaskan seorang remaja 16 tahun dan melukai setidaknya 14 korban lainnya, kata layanan darurat. Polisi Israel menuduh militan Palestina bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Ledakan awal berasal dari alat peledak yang ditanam di stasiun bus dekat pintu keluar kota, sementara ledakan kedua segera setelah menghantam halte bus di lingkungan pemukiman perkotaan di timur kota. Kedua ledakan itu terpisah sekira 30 menit.

"Belum ada serangan terkoordinasi di Yerusalem selama bertahun-tahun," kata Juru Bicara Polisi Eli Levi kepada Radio Angkatan Darat Israel sebagaimana dilansir Reuters.

Radio Angkatan Darat mengatakan alat peledak itu disembunyikan di dalam tas dan dikemas dengan paku untuk memaksimalkan dampaknya. Kan Radio mengatakan mereka tampaknya telah diledakkan dari jauh melalui ponsel.

Layanan ambulans Israel mengatakan 12 orang dibawa ke rumah sakit sejak ledakan pertama dan tiga orang terluka dalam ledakan kedua. Salah satu yang terluka, seorang remaja 16 tahun, meninggal di rumah sakit, kata Pusat Medis Shaare Zedek.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Ledakan tersebut, yang menggemakan pengeboman bus yang merupakan ciri khas pemberontakan Palestina antara 2000-2005, terjadi setelah berbulan-bulan ketegangan di Tepi Barat yang diduduki setelah militer Israel melancarkan tindakan keras setelah serangkaian serangan mematikan di Israel.

Seorang juru bicara kelompok militan Palestina Hamas memuji pengeboman yang tampak jelas itu tetapi tidak mengklaim bertanggung jawab.

Juru Bicara Hamas Abdel-Latif Al-Qanoua mengatakan pengeboman itu "akibat kejahatan yang dilakukan pendudukan dan para pemukim".

Ledakan itu terjadi ketika mantan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bernegosiasi dengan sekutu untuk membentuk pemerintahan sayap kanan baru termasuk anggota partai agama dan sayap kanan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini