Share

Sukses Jalin Perjanjian Ekstradisi, Singapura Berkomitmen Tingkatkan Kerja Sama dengan Indonesia

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 23 November 2022 19:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 23 18 2713501 sukses-jalin-perjanjian-ekstradisi-singapura-berkomitmen-tingkatkan-kerja-sama-dengan-indonesia-T4wy5TAMiU.jpeg Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna Laoly bertemu dengan Duta Besar Singapura Kwok Fook Seng, Jakarta, 23 November 2022. (Foto: Biro Humas Hukum dan Kerja Sama Kemenkumham)

JAKARTA – Singapura berkomitmen meningkatkan kerja sama bilateral dengan Indonesia di bidang hukum setelah kedua negara menyepakati perjanjian ekstradisi pada awal tahun ini. Hal itu diungkap Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly pasca menerima kunjungan Duta Besar Singapura, Kwok Fook Seng, Rabu (23/11/2022).

Kwok Seng menyambangi Yasonna di kantornya di kawasan Kuningan Jakarta. Keduanya membahas kerja sama lebih intens antara Singapura - Indonesia, khususnya terkait ranah tugas Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

"Kami telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) on Indonesia-Singapore Extradition Agreement pada 25 Januari 2022, sebagai komitmen kedua negara untuk membatasi ruang gerak dan aktivitas para pelaku kejahatan," papar Yasonna sebagaimana dikutip dari keterangan pers Kemenkumham, Rabu.

Diketahui sebelumnya, Indonesia dan Singapura telah menandatangani perjanjian atau MoU ekstradisi kedua negara.

Menindaklanjuti penandatanganan MoU tersebut, menurut Yasonna, saat ini pemerintah dan DPR tengah lakukan pembahasan untuk ratifikasi.

BACA JUGA: Perjanjian Ekstradisi dengan Singapura Bukti Komitmen Jokowi dalam Pemberantasan Korupsi

"Mudah-mudahan MoU tersebut selesai sebelum akhir tahun ini sehingga perjanjian dapat berlaku untuk mendukung upaya kita bersama dalam memerangi kejahatan transnasional," jelas Yasonna.

Kini kedua pemerintah bermaksud meningkatkan kerja sama bilateral pada tahap yang lebih serius, yaitu manajemen keimigrasian, hukum dan kekayaan intelektual.

Di bidang Keimigrasian, Indonesia dan Singapura menjalin kerja sama yang meliputi manajemen perbatasan dan izin imigrasi.

"Singapura sekarang menjadi subjek Visa on Arrival setelah meredanya pandemi, dan kami berharap dapat melanjutkan kerja sama kita terutama dalam program peningkatan kapasitas keimigrasian," tambah Yasonna.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Selain kerja sama di bidang Keimigrasian, Indonesia dan Singapura sepakat meningkatkan kerjasama bidang-bidang lain yang menjadi ranah tugas Kemenkumham seperti kekayaan intelektual, masalah hukum perdata, serta dalam forum Menteri Hukum ASEAN.

"Dukungan Singapura untuk Indonesia yang akan menjadi Ketua ASEAN tahun 2024 menjadi salah satu bentuk kolaborasi erat," terang Yasonna.

Sementara itu, Kwok menjelaskan bahwa saat ini Singapura tengah aktif membahas persoalan kekayaan intelektual dan bagaimana hal tersebut bisa memberikan keuntungan bagi negara.

"Pemerintah Singapura saat ini sedang aktif membahas persoalan kekayaan intelektual. Sektor ini berpotensi memberikan keuntungan ekonomi bagi negara. Kerjasama di bidang hal tersebut dengan pemerintah Indonesia diharapkan akan memberikan keuntungan yang semakin besar pada kedua negara," papar Kwok.

Baik Kwok maupun Yasonna berharap agar hubungan bilateral Indonesia dan Singapura terus berkembang secara positif di segala bidang, khususnya kerja sama yang erat dengan Kemenkumham.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini