Share

Penembakan di Walmart Virginia Tewaskan 7 Orang, Pelaku Diduga Manajer Toko

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 23 November 2022 19:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 23 18 2713521 penembakan-di-walmart-virginia-tewaskan-7-orang-pelaku-diduga-manajer-toko-4Dw0Yg7CVa.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

CHESAPEAKE - Tujuh orang tewas dan beberapa lainnya luka-luka dalam penembakan di Walmart di Chesapeake, Virginia, Amerika Serikat (AS) pada Selasa, (22/11/2022) malam, kata pihak berwenang. Penembakan massal ini terjadi hanya beberapa hari setelah seorang pria bersenjata menewaskan lima orang dan melukai 17 lainnya di sebuah klub malam LGBTQ Colorado.

Kota Chesapeake mengkonfirmasi kematian tersebut dalam tweet pada Rabu, (23/11/2022) pagi, mengutip polisi kota.

Dalam pembaruan awal, polisi mengatakan mereka percaya bahwa kurang dari 10 orang tewas, menurut petugas informasi publik Leo Kosinski.

Polisi saat itu masih mencari korban yang mungkin terluka atau berada di dalam toko yang "sangat besar" dengan banyak tempat persembunyian, katanya.

"Kami ingin memastikan semua orang diperhitungkan," katanya sebagaimana dilansir Reuters.

Dia menambahkan bahwa polisi yakin hanya ada satu penembak, dan telah dinyatakan tewas.

Polisi sejauh ini belum memberikan perincian tentang tersangka penembak, tetapi beberapa media telah mengidentifikasi dia sebagai manajer di toko tersebut. Kosinski mengatakan polisi tidak mengetahui apakah penembak itu dipekerjakan oleh Walmart.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Polisi tidak jelas apakah penembak meninggal karena luka yang dilakukan sendiri. Mereka percaya bahwa penembakan itu terjadi di dalam toko, tetapi mengatakan bahwa satu mayat ditemukan di luar.

Kosinski juga mengatakan bahwa "sepengetahuannya" tidak ada tembakan yang ditembakkan ke polisi.

"Saya percaya bahwa penembakan telah berhenti ketika polisi tiba," ujarnya.

Pertumpahan darah pada Selasa adalah episode terakhir kekerasan senjata di Amerika Serikat yang telah memicu perdebatan tentang pembatasan yang lebih ketat pada akses ke senjata.

Walmart mengatakan dalam sebuah pernyataan Rabu pagi bahwa mereka "terkejut" dengan kekerasan itu dan bekerja sama dengan penegak hukum.

Departemen kepolisian tidak segera menanggapi permintaan komentar lebih lanjut dari Reuters.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini